IMCNews.ID, Batanghari - Seorang sopir angkutan batu bara bernama Cecep Suprianto (45), warga Rejo Mulyo lingkungan 3 RT 01 RW 03, Desa Kelapa Tujuh, Kabupaten Kota Bumi Selatan, Provinsi Lampung meninggal di IGD Puskesmas Muara Tembesi, Kabupaten Batanghari.
Sebelumnya pada Sabtu (7/1/2023) Cecep diantaranya seorang warga bernama Toni ke Puskesmas Muara Tembesi.
Saat itu, petugas piket Puskesmas, Firly Rahman melihat korban sudah jatuh dan tergeletak di depan pintu masuk IGD.
Selanjutnya Firly bersama Toni berusaha mengangkat korban untuk dilakukan pemeriksaan.
Namun nasib berkata lain, tidak begitu lama nyawa Cecep sudah tidak tertolong lagi.
"Kurang lebih 4 hari yang lalu Almarhum datang ke bengkel saya untuk beristirahat, dikarenakan dia sehari-harinya bekerja sebagai sopir mobil angkutan batu bara,” terang Toni.
Menurut keterangan dari dr Cici Damayanti yang melakukan pemeriksaan terhadap korban, diduga ia memiliki riwayat penyakit asam lambung.
"Diperkirakan korban meninggal dunia disebabkan sakit asam lambung yang ia derita serta ditemukan obat asam lambung yang dibawa korban dan tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban,” ungkap dr Cici.
Pihak Polsek Muara Tembesi sudah menghubugi pihak keluarga korban yang ada di Jambi. Jenazah akan dibawa pihak keluarga ke rumah duka Rejo Mulyo Lingkungan 3, Rt 001, Rw 003, Desa Kelapa Tujuh, Kabupaten Kota Bumi Selatan, Provinsi Lampung, dengan menggunakan mobil Ambulance Rumah Sakit Mitra Jambi. (*)
PDI Perjuangan Jambi Tanam Pohon di Kawasan Candi Muaro Jambi
Gubernur Al Haris Kumpulkan Semua Kepsek SMA/SMK/SLB se-Provinsi Jambi
Pemprov Jambi Pastikan Final Gubernur Cup 2026 di Stadion Swarnabhumi Gratis
90 WNI Korban Online Scam Berhasil Dipulangkan Dari Perbatasan Myanmar-Thailand
Aparat Penegak Hukum dan Pemerintah Diminta Lebih Serius Tindak Aktivitas PETI
PGRI Jambi Minta Perlindungan Hukum Dari Kejati Bagi Guru Agar Tenang Jalankan Tugas
Tujuh Pekerja PETI Tertangkap Saat Menambang di Tambang Baru