IMCNews.ID, Jambi- Terpidana kasus penggelapan pajak, Andy Veryanto, Direktur PT Putra Indragiri Sukses (PT PIS) dipaksa menyerah usai jalani sidang Peninjauan Kembali (PK) di Pengadilan Negeri (PN) Jambi atas kasus yang menjeratnya, Selasa (15/11/2022) sore.
Saat keluar ruang sidang, jaksa eksekutor Kejaksaan Negeri (Kejari) Jambi yang diback up intel dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi dengan sigap menangkap terpidana Andy.
Penangkapan paksa ini berlangsung cukup dramatis karena terpidana menolak dieksekusi. Dia dibawa paksa oleh petugas untuk segera dieksekusi.
Terpidana Andy telah divonis 1 tahun penjara atas kasus yang menjeratnya berdasarkan putusan Mahkamah Agung (MA).
Penangkapan ini berawal ketika Andy menjalani sidang di PK di PN Jambi. Di luar ruang sidang, jaksa eksekutor yang diback up penuh Intel Kejati Jambi telah bersiaga untuk mengamankan terpidana.
Dia terjerat kasus pidana perpajakan. Kepala Kejakasaan Negeri (Kajari) Jambi, Fajar Rudi Manurung bersama Asisten Intelijen Kejati Jambi, Jufri menjelaskan, sebelumnya terpidana telah dilakukan pemanggilan 3 kali berturut-turut secara patut. Namun terpidana tidak datang tanpa keterangan yang sah.
"Dalam kasus perpajakan Andy Veryanto selaku Direktur PT PIS dalam mengelola BBM Solar telah terbukti menggelapkan pajak sejak Mei tahun 2018 sampai dengan bulan Desember tahun 2018," ungkapnya.
Disebutkannya, nilai pajak yang digelapkan sebesar Rp5.041.454.360 subsider 6 bulan penjara. Dia telah divonis 1 tahun penjara berdasarkan Putusan Mahkamah Agung No.1145 K/Pid.Sus/2022.
Kasi Pidsus Kejari Jambi, Yayi Dita Nirmala menambahkan, terpidana Andy akan dieksekusi dan ditahan di Polsek Telanaipura setelah tes kesehatan dan bebas covid-19. (IMC01)
Berulang Kali Ingkar Janji, Oknum Kadus Dilaporkan Atas Dugaan Penggelapan Emas
Gubernur Al Haris Lepas Tim DBL Jambi, Siap Harumkan Nama Daerah di Ajang Nasional
Sekda Provinsi Sudirman Ditetapkan Sebagai Komisaris Utama Bank Jambi Dalam RUPS-LB
Polda Jambi Dalami Dugaan Keterlibatan Tiga Anggota Dalam Kasus Rudapaksa
Tujuh Penambang Emas Illegal Diciduk Bersama Satu Alat Berat