Diterjang Longsor, Jalur Sungai Penuh-Tapan 9 Jam Lumpuh

Selasa, 15 November 2022 - 08:21:13 WIB

IMCNews.ID, Sungaipenuh- Jalan Nasional Sungai Penuh-Tapan (Sumbar) diterjang longsor akibat curah hujan cukup tinggi yang melanda Kabupaten Kerinci dan kota Sungai Penuh dari Senin (14/11/2022) pagi hingga sore. 

Longsor terjadi di KM 27 Puncak Sungai Penuh. Akibatnya, seluruh badan jalan tertutup material tanah dan batang kayu. Longsor itu menyebabkan lalulintas lumpuh total.

"Jalan Sungai Penuh-Tapan lumpuh total. Tidak bisa lewat karena longsor. Tanah dari tebing membawa kayu-kayu menimbun seluruh badan jalan. Terpaksa kami menunggu alat datang untuk membersihkan. Dari pagi kami nunggu sampai jam 3 sore baru jalan bisa dilewati," ungkap Helni, salah seorang warga yang akan menuju ke Tapan, Senin sore.

Dia berharap pihak terkait menyiagakan alat barat di jalan Nasional puncak Sungaipenuh tersebut, agar cepat ditangani jika terjadi di longsor lagi. 

"Sepanjang ruas jalan tersebut rawan longsor. Makanya, kami sangat berharap pemerintah mensiagakan alat berat di lokasi," katanya.

Kasat Lantas Polres Kerinci, AKP Yudistira membenarkan bencana longsor yang terjadi di KM 27, Puncak Sungai Penuh. Setelah mendapatkan laporan, dia bersama anggotanya langsung turun menuju lokasi longsor. 

"Longsor terjadi karena curah hujan cukup tinggi. Tanah, pohon dan Material berbatuan ikut terbawa Air sehingga menutupi badan jalan Sungai Penuh - Tapan," jelasnya.

Menurut Yudistira, longsor yang terjadi di KM 27 tersebut terjadi sekitar pukul 07.30 WIB Senin pagi. Akibatnya terjadi kemacetan panjang di lokasi longsor tersebut. 

"Kita melakukan Koordinasi lintas sektoral dengan Balai Jalan Provinsi berkaitan dengan pengadaan alat berat dan pengerjaan/pembersihan material longsor yang menutup badan jalan. Sekitar pukul 15.30 WIB jalan sudah bisa dilewati," jelasnya.

Mengingat kondisi curah hujan masih tinggi, Yudistira menghimbau pengendara yang melintas di Jalan Sungai Penuh - Tapan (Sumbar) untuk berhati-hati. 

"Selain kawasan Puncak, jalur Batang Merangin juga rawan longsor," katanya.

Di lokasi berbeda, longsor juga terjadi di Desa Siulak Deras Mudik, Kecamatan Gunung Kerinci di pinggir Sungai Batang Merao ini terjadi sekitar pukul 16.00 Wib. Material longsor menutupi aliran sungai Batang Merao. 

"Harus cepat diatasi, kalau tidak bisa kebanjiran. Karena sungai tertutup longsor," kata warga sekitar. 

Terpisah Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kerinci, Darifus mengaku pihaknya sudah turun ke lokasi untuk melakukan penanganan. 

"Tim sudah turun ke lokasi beberapa waktu yang lalu," katanya. 

Menurut Darifus, material tanah longsor yang menutupi aliran sungai sudah bisa diatasi. Sungai sudah bisa mengalir dan tidak tertutup lagi oleh longsoran. "Longsoran sempat menutup aliran sungai. Tapi sudah diatasi. Air sungai sudah mengalir," jelasnya. 

Kata dia, longsoran yang menutupi air sungai sudah terbawa arus sungai yang deras. Kini kondisi Sungai sudah tidak tertimbun lagi. 

"Longsorannya sudah hanyut dibawa arus Sungai itu sendiri," pungkasnya. (*/IMC01)



BERITA BERIKUTNYA