Warga Bagan Pete Tewas Mengenaskan Tergeletak di Depan Rumah

Kamis, 27 Oktober 2022 - 03:53:53 WIB

Jasad korban tergeletak diduga kuat korban pembunuhan. (ist)
Jasad korban tergeletak diduga kuat korban pembunuhan. (ist)

IMCNews.ID, Jambi - Warga RT 19, Kelurahan Bagan Pete, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi, Rabu (26/10/2022) dihebohkan dengan aksi pembunuhan di wilayahnya.

Korban bernama Defi Mustikalana (42) warga setempat. Pria yang kesehariannya bekerja sebagai tukang dodos sawit itu ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan di depan rumahnya.

Saat ditemukan, korban dalam kondisi tertelungkup di tanah. Kondisi wajah korban hancur akibat pukulan benda tumpul. Di dekat mayat korban ditemukan patok tanah terbuat dari coran semen. 

Kasus tersebut kini dalam penyelidikan pihak kepolisian. Kapolsek Kotabaru, Kompol Pamenan membenarkan korban tewas dibunuh. 

“Benar, kejadian pembunuhan, kita masih lakukan penyelidikan,” katanya.

Plt Lurah Bagan Pete, Suandi mengatakan peristiwa pembunuhan itu diperkirakan terjadi sekitar pukul 10.00 Wib. Namun, mayat korban baru ditemukan sekitar pukul 14.00 Wib. 

“Pelakunya belum dapat, karena memang saat kejadian itu diduga pagi. Tidak ada yang melihat,” katanya, yang juga sempat melihat ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Sebab, lanjut Suandi, pemilik rumah tempat mayat tersebut ditemukan pagi hari masih bekerja. 

“Penemuan mayat itu diketahui pukul 14.00 WIB, mungkin kejadian sekitar pukul 10.00 WIB,” ujarnya.

Suandi menjelaskan, korban Defi Mustikalana tinggal tak jauh dari lokasi mayatnya ditemukan, masih dalam lingkungan RT 19. Sehari-harinya korban bekerja sebagai tukang dodos sawit. 

"Kita belum tahu juga penyebab pria tersebut dibunuh. Hanya saja, tak jauh dari mayat korban terdapat patok semen. Mungkin patok tanah itu lah yang dihantam ke wajah korban hingga hancur,” kata dia. 

Lebih lanjut Suandi mengatakan, pukul 17.30 Rabu sore mayat korban dibawa pihak kepolisian ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut. 

Penemuan mayat itu membuat heboh warga sekitar dan membuat Tempat Kejadian Perkara (TKP) menjadi ramai. (*/IMC01)



BERITA BERIKUTNYA