IMCNews.ID, Tebo - Seluas 31 hektare lahan di Kabupaten Tebo terbakar sejak Januari lalu. Data ini diketahui berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tebo.
Saat ini Kabupaten Tebo memang tengah menetapkan status siaga karhutla. Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Tebo, Antoni Faksi mengatakan, jika dilihat dari cuaca dalam sepekan terakhir, perpanjangan status siaga karhutla mungkin tidak dilakukan.
"Karena intensitas hujan telah sering terjadi dan juga debit Sungai Batanghari yang mulai meningkat," ucapnya.
Dia menyampaikan, dalam kurun waktu 3 bulan terakhir, berdasarkan citra radar tiga satelit yakni, Terra, Aqua dan Suomi NPP, ada 28 titik panas (hostpot) terpantau. Paling tinggi terjadi pada Juli lalu.
"Untuk lahan yang terbakar sendiri terhitung pada Januari hingga Juni ada 31 hektare dan bulan Agustus sedang direkap," katanya.
Dari jumlah lahan yang terbakar umumnya terjadi di kecamatan yang rawan terbakar seperti di VII Koto, Serai Serumpun dan Kecamatan Sumay.
Menurut Anton, lahan yang terbakar umumnya milik perushaan dan juga masyarakat yang diduga membuka lahan dengan cara tradisional seperti dibakar. (*)
Gubernur Al Haris: Pengusaha dan Pekerja, Satu Kesatuan yang Tak Bisa Dipisahkan
Serahkan SK Pengurus Baru, CE Targetkan Golkar Tanjabbar Tambah Perolehan Kursi Legislatif
Pengurus DPW dan DPD PAN se Provinsi Jambi Dilantik, Al Haris Nyatakan Komitmen Jalankan Amanah
Jamaah Dilindungi Asuransi Jika Sakit Akibat Panas Ekstrem Saat Puncak Haji
Geram Jaringan Telkom Hambat Perbaikan Jalan, Ivan Wirata Beri Tenggat Tiga Hari
Ratusan Tenaga Kerja Sukarela Pertanyakan Nasib ke Pj Bupati Tebo