BIMCNews.ID, Jambi - Sejumlah SPBU dalam Kota Jambi dalam beberapa hari terakhir ramai diserbu masyarakat yang akan mengisi BBM. Antrean kendaraan menjamur tak seperti biasanya, bahkan hingga ke badan jalan.
Informasi akan naiknya harga BBM oleh Pemerintah Pusat membuat masyarakat menjadi panik. Bahkan kabar kenaikan harga BBM kali ini cukup tinggi membuat masyarakat melakukan aksi panic buying.
SPBU yang terpantau mengalami antrean panjang di antaranya adalah, SPBU Mayang, SPBU Kebun Jeruk, SPBU KONI, SPBU Paal Lima, dan SPBU Paal VII. Antrean itu bahkan sempat mengganggu pengendara lain. Antrean itu dipicu kenaikan BBM yang diwacanakan di awal September oleh pemerintah pusat.
Iyan, salah seorang pengendara yang akan mengisi BBM di SPBU Mayang mengaku tak mendapatkan BBM jenis pertalite.
"Dak biasanya jam segini pertalite sudah habis. Ramai sekali yang ngantri. Ya mau dak mau ngisi pertama," ujarnya, Selasa (30/8/2022) malam sekira pukul 19.30 WIB.
Sementara salah satu pengendara yang mengantre solar di SPBU Paal VII, Fahrur Rozi mengatakan, kenaikan BBM akan menekan masyarakat bawah, karena akan ada kaitannya dengan kenaikan bahan pokok lainnya.
"Susah kalau jadi naik. Otomatis yang lain akan naik juga," katanya, Selasa (30/8/2022).
Kendati demikian, masyarakat berharap kenaikan BBM nantinya tidak terlalu tinggi, karena untuk harga saat ini sudah cukup meresahkan masyarakat, terlebih para pekerja yang sangat perlu menggunakan BBM.
"Kalau naik sedikit ya gapapa, kalau naik tinggi ya gamau lah. Harapannya kalau naik pun jangan tinggi-tinggi. Harga sekarang sudah lumayan, naik seribu lumayan lah. Kalau naik sampe Rp2.800, berat juga," tambahnya.
Wakil Walikota Jambi Maulana, saat dimintai tanggapan terkait hal tersebut mengatakan, dengan naiknya harga BBM tersebut memang adalah hal yang perlu diantisipasi.
“Ini tentunya akan berpengruh pada harga bahan lain, termasuk bahan pokok,” sebut Maulana.
Maulana mengaku, dirinya sudah mendapat informasi dari kepolisian, terjadi antrean yang panjang di SPBU dalam Kota Jambi. Hal itu terjadi karena adanya informasi terkait kenaikan BBM subsidi.
“Prinsipnya walaupun terjadi kenaikan, stok akan tetap ada. Memang ada kenaikan harga yang akan diumumkan pemerintah pusat. Masyarakat jangan panik, membeli dengan jumlah banyak dan menimbun, itu bahaya. Pengwasan sudah dilakukan oleh penegak hukum di SPBU yang ada di Kota Jambi,” pungkasnya. (IMC01)
Demokrat Jambi Matangkan Pelaksanaan Musda, Mashuri: Siapa Saja Bisa Maju Asal Sesuai Aturan
Komitmen Anti-Narkoba dan HP Ilegal, Jajaran Lapas Jambi Tandatangani Ikrar Zero Halinar
Gubernur Al Haris Dukung Liga 4 di Stadion Swarna Bhumi, Persebri Wakili Jambi ke Tingkat Nasional
Angka Kemiskinan Muaro Jambi Melonjak, Tekanan Pangan dan Daya Beli Disorot
Berujung Damai, SAD Sepakat Tak Lagi Ambil Sawit di Lahan PT SAL dan Tinggalkan Kecepek