IMCNews.ID, Tebo - Penangkapan tiga terduga teroris di Tebo masih menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat setempat.
Apalagi dua dari tiga orang yang diamankan tersebut berstatus pegawai hororer, yakni IS yang merupakan tenaga honorer di desa di Kecamatan Tebo Ulu dan RI tenaga honorer di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tebo. Satu lagi MA warga biasa.
Informasinya, kedua tenaga honorer tersebut masih ada irisan keluarga dengan terduga teroris Jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Jambi yang ditangkap Densus 88 Anti Teror di Tebo Ulu beberapa waktu lalu.
Selain itu, beberapa terduga teroris yang diamankan Densus 88 di Jambi berasal dari wilayah Tebo Ulu, yakni Desa Teluk Pandan Rambahan.
Salah satunya adalah Wahyu Firmansyah (29), terduga teroris yang ditembak mati aparat Densus 88 Anti Teror Mabes Polri di Sungai Kampar, Desa Tolam – Kecamatan Bunut Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, 6 Februari 2020 lalu.
Wahyu disebut sebagai anggota teroris Jaringan Ansharut Daulah (JAD) Jambi. Meski demikian, penangkapan dua pegawai honorer tersebut sangat mengejutkan rekan sekantornya.
Salah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dekat dengan RI mengatakan, selama ini tidak ada yang aneh dengan tingkah laku RI. Mulai dari fashion dan prilakunya biasa biasa saja.
Sama seperti rekan lainnya, RI juga bergaul dengan bermain domino dan nongkrong di warung kopi.
"Dak Ado yang aneh, dia juga dak canggung dengan kawan lainnya," kata sumber yang tidak mau disebutkan namanya ini.
Namun, dia mengaku pernah mendengar RI ada hubungan keluarga dengan terduga teroris yang diamankan Densus 88 di Kecamatan Tebo Ulu masih ada hubungan keluarga dengan RI, juga sempat diamankan oleh Densus 88 AT. Secara rinci hubungan seperti ada dia tidak mengetahuinya.
Menurut sumber ini, RI pernah mengatakan tidak mengetahui kegiatan keluarganya yang terlibat jaringan teroris tersebut. Hal ini lah yang mengejutkan karena memang tidak ada yang mencurigakan dari dari RI di dinas yang menangani bencana ini.
"Dak Ado yang aneh", ujar sumber ini dengan logat Jambi.
Begitu juga dengan IS. Di konfirmasi terpisah, rekan sesama tenaga honorer di Desa yang berbeda di Kecamatan Tebo Ulu menyebutkan IS merupakan orang baik.
Tidak ada hal yang aneh saat berkomunikasi dengan bendahara Desa Teluk Pandan Rambahan ini.
Saat melakukan pencairan dana desa di Dinas PMD pun IS juga berkomunikasi sama seperti rekan lainnya.
Diketahui IS juga merupakan putra kelahiran asli dari Tebo Ulu. Dia juga tidak menyangka bahwa IS terlibat dalam kegiatan seperti itu.
"Saya tidak menyangka dia terlibat dengan kegiatan seperti itu", katanya.
Dia berharap, semoga IS membuktikan dia tidak terlibat dengan kegiatan melawan hukum. Pasalnya dia sebagai orang yang sering berkomunikasi belum percaya sepenuhnya IS terlibat dengan kegiatan terorisme.
"Dia berkelakuan baik, dan komunikasi nya bagus dengan masyarakat sekitar,"katanya.
Sumber ini mengakui, sebelumnya Densus 88 pernah mengamankan terduga teroris di desa pecahan dari Seri Rambahan. Dia berharap semoga tidak ada lagi aksi Densus 88 AT di Kecamatan Tebo Ulu.
Kapolres Tebo AKBP Fitria Mega dikonfirmasi membenarkan ada tiga terduga teroris diamankan Densus 88 di Tebo Ulu.
"Ada tiga orang terduga teroris ditangkap Densus 88," katanya melalui pesan singkat, Selasa (23/8/2022).
Menurut Fitria, penangkapan ini merupakan pengembangan dari terduga teroris yang ditangkap dari Muarojambi.
Untuk penanganan kasus memang langsung dilakukan Densus 88 Polri. Dengan adanya penangkapan ini, pihaknya akan memperkuat sinergitas antarlembaga seperti berbagai tokoh agama, adat, tokoh masyarakat san pemerintah terkait, untuk bersama-sama mencegah paparan terorisme. (*)
Sempat Dibantarkan, Bengawan Kamto Terdakwa Korupsi Kredit BNI Rp105 M Kembali Ditahan
Gandeng KI Jambi, LLDIKTI Sosialisasikan Keterbukaan Informasi Perguruan Tinggi Swasta
BMKG Ingatkan Kemarau Tahun Ini Lebih Kering Dibanding 30 Tahun Terakhir
Gubernur Al Haris: RKPD Provinsi Perlu Jaga Keselarasan dengan Target Nasional
Sekda Sudirman Buka Sosialisasi EPSS dan Pembinaan Statistik Sektoral Tahun 2026