14 Orang Pekerja Tambang Minyak Ilegal Diringkus di Bungku dan Bahar Selatan

Rabu, 22 Juni 2022 - 17:46:16 WIB

IMCNews.ID, Jambi - Sebanyak 14 orang pekerja tambang minyak ilegal berhasil diringkus oleh tim Ditreskrimsus Polda Jambi. Para tersangka sudah enam bulan beroperasi dan diupah Rp 50 ribu per drum oleh pemodal.

Para pekerja minyak ilegal beraktivitas di desa Bungku, Kecamatan Bejubang, Kabupaten Batanghari dan Desa Bukit Subur Unit VII, Bahar Selatan Kabupaten Muaro Jambi. 

Dari tersangka 14 tersebut, 10 merupakan warga desa Bungku dan 4 orang dari Bahar unit 7. Selain itu, ada pekerja yang berasal dari Lampung. 

Para tersangka yang diamankan yaitu Dedi (29), Ahmad Johanes (31) Sumantru Ginting (49) Azman (33)Jaslani (52)Amin Ridho (28) Sopian Hadi (21) Daniel Hasiholan Sitompul (20) Juanfelik Siagian (22) Fitrah Rohmadoni (22) Rahmat (37) Mat Rohan (53) Piya Budi Mulyanto (45).

Selain mengamankan 14 orang pelaku, tim juga turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa, 3 unit sepeda motor, 3 pipa canting, 3 rol tali tambang, 3 blower, dan 3 jerigen, 9 unit motor yang telah dimodifikasi, serta 9 rol tali tambang, 7 buah canting besi, dan 2 buah canting paralon. 

Wakil Dirreskrimsus Polda Jambi, AKBP M. Santoso mengatakan bahwa, awal kejadian pada tempat kejadian di Desa Bahar, Muaro Jambi pada Selasa 17 Mei 2022 lalu, Tim Tipidter Ditreskrimsus Polda Jambi mendapatkan informasi bahwa terjadinya aktivitas eksplorasi pengeboran minyak ilegal di Kawasan tersebut.

"Setelah melakukan penyelidikan, ternyata benar adanya aktivitas tersebut, tim kita mengamankan 4 orang pelaku, ada yang sedang beristirahat dan ada yang sedang melakukan kegiatan eksploitasi," katanya, pada Rabu (22/6).

Kemudian, setelah melakukan pengembangan, di TKP kedua, Desa Bungku, Batanghari, pada Sabtu 11 Juni 2022 lalu, tim kembali mendapatkan informasi bahwa sering juga terjadi aktivitas illegal drilling.

"Benar saja, setelah dilakukan penyelidikan, tim kita kembali mengamankan 10 orang pelaku yang sedang melakukan eksploitasi minyak dengan menggunakan sepeda motor dan tali tambang yang telah dimodifikasi untuk disalurkan ke dalam pipa canting sebagai penyaluran minyak bumi tersebut,"kata AKBP M. Santoso di Polda Jambi.

Disambung oleh Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Jambi AKBP Handoyo Yudhy Santoso mengatakan bahwa tim mendapatkan informasi bahwa adanya kegiatan eksploitasi minyak bumi yang terjadi di Desa Bungku, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari. 

"Adanya informasi itu tim langsung melakukan pengecekan,"ujarnya, Rabu (22/6).

Kemudian,saat diamankan para pelaku sedang melakukan eksploitasi minyak bumi dan beberapa pelaku lainnya sedang istirahat. 

Lebih lanjutnya, setelah melakukan eksploitasi minyak bumi dengan cara memasukan pipa canting yang telah diikat dengan tali, kemudian ditarik menggunakan sepeda motor yang telah dimodifikasi.

"Para pelaku berhasil kita amankan untuk pemeriksaan lebih lanjut,"tuturnya. 

Lebih rincinya, Kata Handoyo, untuk pemilik modalnya sendiri saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap pemilik. 

"Siapa pemilik modal masih kita dalami, dan pengakuan dari para pelaku ini baru pertama kalinya,"katanya. 

Sementara itu disampaikan oleh tersangka SG pekerja minyak ilegal mengatakan bahwa digaji oleh pemodal sebesar 50 ribu dalam satu drum.

"Kami hanya dibayar 50 ribu satu drum minyak, lokasi itu pada kawasan lahan perkebunan sawit,"jelasnya. 

Para pelaku disangkakan Pasal 40 angka 7 UU Nomor 11 tahun 2020 tentang cipta kerja perubahan atas pasal 52 UU Nomor 22 tahun 2001 tentang migas Jo Pasal 55 ayat 1 Ke 1 KUHPidana. (IMC02)



BERITA BERIKUTNYA