IMCNews.ID, Kerinci - Kemacetan panjang kembali terjadi di ruas jalan Nasional Kerinci-Bangko, pada Selasa (14/06/2022) malam. Bahkan, kemacetan terjadi hingga Rabu siang (15/06/2022) kemarin.
Informasinya penyebab kemacetan adalah perangkat finisher aspal rusak di badan jalan. Sementara di sebelahnya ada truk terperosok ke bahu jalan yang mengakibatkan kendaraan tidak bisa melintas.
"Ya kami mulai terjebak macet dari pukul 22.00 Wib, sampai dengan jam 11.00 siang. Sebab ada truk terperosok ditambah lagi ada finisher aspal yang rusak di badan jalan," ungkap Adi, salah seorang warga Kerinci yang akan berangkat ke Jambi.
Dia mengatakan akibat kendaraan tidak bisa melintas, mengakibatkan kemacetan terjadi di ruas jalan Kerinci-Bangko tempatnya di Muara Emat macet total.
"Kendaraan tidak bisa melintas, karena kultur tanah di samping mobil truk itu sangat lembut, saya bisa melintas tadi sekitar pukul 11.00 Wib," sebutnya.
Setelah mendapat informasi kemacetan, Kapolres Kerinci, AKBP Agung Wahyu Nugroho, pun didampingi Kasat Lantas turun melakukan pengecekan lokasi kemacetan di Muara Emat.
Kapolres mengatakan penyebab kemacetan akibat ada finisher aspal rusak di badan jalan dan disebelahnya ada truk terperosok ke bahu jalan.
"Bagi pengguna jalan agar mencari tempat istirahat di seputaran lokasi macet sembari menunggu evakuasi truk yang terperosok," ujarnya.
Kasat Lantas Polres Kerinci, AKP Yudistira, saat dikonfirmasi membenarkan kemacetan tersebut. Dia mengatakan bahwa setelah mendapat informasi kemacetan tersebut dirinya langsung menurunkan anggota menuju ke TKP.
"Ya, kemacetan bisa teratasi sekitar pukul 11.00 Wib, saat ini kita sedang mengupayakan alat berat untuk menarik truk yang terperosok tersebut," pungkasnya. (IMC01)
Ajak Salat Istisqa di Tengah Karhutla, Gubernur Minta Masyarakat Tak Bakar Lahan
Tampak Akrab, Sinyal Duet Fasha-Anwar Sadat di Pilgub Jambi Kian Menguat
Udara Memburuk Akibat Kabut Asap, Wacana Liburkan Sekolah Masih Dipertimbangkan
Korupsi Kuota Haji Diduga Memperkaya Mantan Menag Yaqut Hingga Rp4,8 Miliar
Wamenaker Minta Daerah Fokus Kembangkan Kompetensi Green Jobs