Potensi E-LKPD IPA Model Discovery Learning Mengembangkan Keterampilan Abad 21

Rabu, 15 Juni 2022 - 00:39:24 WIB

*) Oleh Anggi Angelina Pat, Donny Jaka Pratama dan Puput Kartika

ABAD 21 merupakan Abad yang menuntut setiap individu untuk memiliki keterampilan yang mampu bersaing di era globalisasi, dimana disebut juga abad yang penuh dengan inovasi dan kecanggihan teknologi yang kita kenal dengan Century21st. Keterampilan tersebut terdiri dari Keterampilan berpikir kritis, berpikir kreatif, berkomunikasi dan berkolaborasi atau disebut keterampilan 4C.

US-based Partnership for 21st Century Skills (P21), mengidentifikasi kompetensi yang diperlukan di abad ke-21, yakni keterampilan berpikir kritis (critical thinking skills), keterampilan berpikir kreatif (creative thinking skills), keterampilan komunikasi (communication skills), dan keterampilan kolaborasi (collaboration skills). Pendapat ini juga di dukung oleh Septikasari dan Frasandi (2018) keterampilan yang dibutuhkan pada abad 21 adalah (critical thinking skills), (creative thinking skills), (communication skills), (collaboration skills) atau yang lebih dikenal dengan istilah 4C.

Permendikbud tahun 2016 menjelaskan pada kurikulum 2013 terdapat perubahan keterampilan yang harus dicapai. Perubahan tersebut adalah tentang keterampilan yang sangat diperlukan oleh anak bangsadi kehidupan abad 21. oleh karena itu agar anak-anak bangsa memiliki keterampilan yang diperlukan dalam kehidupan abad 21 diperlukan keterlibatan semua pihak terutama pihak sekolah. Pembelajaran di sekolah perlu memberikan pengalaman dan kesempatan yang merangsang siswa untuk memiliki keterampilan tersebut.

Kondisi nyata yang ditemukan dilapangan belum sesuai dengan kondisi ideal yang diharapkan. Hasil Observasi awal menunjukkan Keterampilan berpikir kritis siswa 44,56%, keterampilan berpikir kreatif 41,67%, keterampilan berkomunikasi 52,54% dan kolaboratif 42,48%. Didukung oleh beberapa paparan guru yang mengajar di berbagai sekolah yang mengatakan bahwa dalam proses pembelajaran sekarang ini yang sangat terbatas waktu, tempat dan juga sarana pembelajaran masih kategori kurang lengkap, membuat guru lebih kesulitan dalam mengembangkan keterampilan abad 21 ini. 

Pembelajaran yang memiliki kesempatan lebih besar dalam meningkatakan keterampilan abad 21 adalah Pelajaran IPA (Ilmu Pengetahuan Alam). IPA sabagai pelajaran yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, memiliki kesempatan dalam mengembangkan keterampilan Abad 21 siswa. Seperti penjelasan sari et al (2022) Pembelajaran IPA memberikan pengaruh positif dalam meningkatkan semua aspek kinerja akademik (pengetahuan, sikap, keterampilan). Lanjut dijelaskan oleh Novitra (2021) Pembelajaran disekolah perlu dapat memberikan pengalaman dan kesempatan untuk merangsang siswa memiliki keterampilan abad 21. Lanjut ditegaskan oleh Asrizal (2018) Keterampilan Abad 21, yang diakui sebagai standar kompetensi yang perlu dimiliki siswa untuk memenuhi tuntutan keberhasilan dalam pekerjaan dan kehidupan masa depan mereka.

Dalam proses pembelajaran tentu harus didukung oleh bahan ajar yang mendukung agar tercapai hasil yang lebih optimal. Prastowo (2011) menyatakan bahwa “Seorang pendidik haruslah kreatif dalam menyusun bahan ajar, bahan ajar yang disusun haruslah inovatif, variatif, menarik, kontekstual, dan sesuai dengan tingkat kebutuhan peserta didik”. Bahan ajar yang cocok dengan situasi dan kondisi yang ada disekolah adalah E-LKPD (Elektronik Lembar Kerja Peserta Didik). 

E-LKPD menjadi sarana efektif dalam menampilkan, penyajian materi, pendukung dalam praktikum. Praktikum yang dimaksud adalah praktikum digitl. Pembelajaran melalui kegiatan praktikum Digial memberikan efesiensi penggunaan waktu, tempat dan sarana yang digunakan. Selain itu bahan ajar dapat digunakan dalam waktu pelajaran di sekolah maupun diluar pelajaran atau dirumah masing-masing. Selain itu bahan ajar yang dikembangkan memberikan keterpaduan antara hasil akademik pengetahuan, sikap dan keterampilan. 

Agar hal itu bisa tercapai guna membuat siswa dapat bersaing di era globalisasi, penggunaan bahan ajar pada pembelajaran IPA diperlukan model pembelajaran. Model pembelajaran yang dapat digunalakan adalah model pembelajaran discovery learning.

Discovery Learning adalah Model pembelajaran dimana pendidik memberikan kebebasan peserta didik untuk dapat mengerti lebih dalam. Dengan menemukan sendiri, peserta didik akan sampai pada pengalaman. Menurut Suryobroto, model penemuan diartikan sebagai cara mengajar yang mementingkan pengajaran perseorangan, manipulasi obyek dan lain-lain percobaan, sebelum generalisasi umum. Model penemuan adalah model dimana dalam proses belajar peseta didik diperkenankan menemukan sendiri informasinya. Maka keaktifan peserta didik sangat penting.

 Solusi yang diharapkan dapat dikembangkan untuk masalah diatas adalah sebuah E-LKPD yang dikembangkan bedasarkan pendekatan-pendekatan model discovery learning pada proses pembelajaran IPA SMP/MTs, bahan ajar yang membuat peserta didik dapat bersaing di era globalisasi abad 21 yaitu mempunyai keterampilan abad 21. Keterampilan tersebut terdiri dari Keterampilan berpikir kritis, berpikir kreatif, berkomunikasi dan berkolaborasi atau yang biasa kita sebut keterampilan 4C. (***) 

*) Para penulis merupakan mahasiswa Megister Pendidikan Fisika Universitas Negeri Padang



BERITA BERIKUTNYA