IMCNews.ID - Harga emas tergelincir di perdagangan Asia pada Selasa sore, karena dolar bertahan kuat di tengah meningkatnya prospek sanksi lebih lanjut terhadap Rusia dan kemungkinan kenaikan suku bunga yang lebih agresif oleh Federal Reserve AS untuk mengendalikan tekanan inflasi.
Emas di pasar spot merosot 0,2 persen menjadi diperdagangkan di 1.929,31 dolar AS per ounce pada pukul 07.21 GMT. Sementara itu, emas berjangka AS naik tipis 0,1 persen menjadi diperdagangkan di 1.935,50 dolar AS per ounce.
"Semakin likuid sesuatu, semakin sedikit volatilitasnya. Dan, jika pasar lari dari risiko dolar kemudian menjadi surga alami," kata Ilya Spivak, ahli strategi mata uang di DailyFX.
"Sekarang secara riil, imbal hasil tersebut masih negatif setelah kami mendiskon titik impas. Dan saya pikir itulah mengapa emas tidak turun lebih signifikan, tetapi jika penilaian ulang untuk Fed yang lebih hawkish ini berlanjut dan kami mendapatkan suku bunga riil yang positif, saya pikir emas akan terlihat sangat tidak menarik."
Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya stabil setelah tiga sesi berturut-turut naik karena pembicaraan tentang sanksi lebih lanjut terhadap Moskow meningkat.
Dolar yang lebih kuat membuat emas kurang menarik bagi pemegang mata uang lainnya.
Imbal hasil surat utang negara dua tahun AS naik ke level tertinggi sejak awal 2019 dan imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun bergerak lebih tinggi pada Senin (4/4/2022). Imbal hasil yang lebih tinggi meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang tidak membayar bunga.
"Selama masa-masa yang tidak pasti ini, emas tetap didukung sebagai lindung nilai portofolio penting yang akan bersinar pada saat yang paling menantang ketika tekanan inflasi tetap kuat tetapi pertumbuhan melambat," Stephen Innes, Managing Partner di SPI Asset Management, mengatakan dalam sebuah catatan.
Logam mulia lainnya di pasar spot, perak naik 0,6 persen menjadi diperdagangkan di 24,64 dolar AS per ounce, platinum turun 0,6 persen menjadi diperdagangkan di 980,36 dolar AS per ounce dan paladium terangkat 1,2 persen menjadi diperdagangkan di 2.301,05 dolar AS per ounce. (IMC02/ant)
Intervensi BI Tak Cukup, Kepercayaan Pasar Kunci Stabilitas Rupiah
Pastikan Stok Pertalite Tersedia, Pertamina Minta Masyarakat Bijak Gunakan BBM
PPDB Tingkat SMA dan SMK Telah Dibuka, Tersedia 52.495 Kuota, Ini Tahapannya
Gubernur Al Haris Tegaskan Dukungan Pemerintah Pada Kontigen Pesparawi Jambi
Jamaah Haji Asal Merangin Meninggal Dunia di Makkah Akibat Gagal Ginjal
Keluarga Diimbau Tak Jemput Jamaah di Asrama Haji, Ini Alasannya
Presiden Joko Widodo Instruksikan Amankan Ketahanan Pangan dan Energi