IMCNews.ID, Jambi - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) menggelar Trainer of Trainer dengan tema menjadi guru pelopor moderasi beragama, Rabu (16/3/2022).
Acara ini dibuka langsung oleh Ketua FKPT Jambi Dr Asad Isma. Hadir menjadi narasumber Teuku Fauzansyah SSos, Sholehuddin MPd H Zostavia SAg MPdi. Narasumber dari BNPT RI, Teuku Fauzansyah mengatakan kita perlu waspadai sikap radikalisme yang kini mulai muncul di masyarakat.
Dimana, proses radikalisasi dimulai dari sikap intoleransi. Yakni orientasi negatif atau penolakan seseorang terhadap hak politik dan sosial dari kelompok yang Ia setuju.
Jika sudah intoleran maka bisa muncul radikalisme yakni ideologi yang ingin melakukan perubahan mendasar pada sistem sosial dan politik dengan cara memaksa ekstrim. "Ini bisa menjadi bibit masuk ke terorisme," katanya.
Lalu bagaimana mengenalinya sikap intoleran dan radikal yang merupakan bibit terorisme? Teuku mengatakan biasanya mudah mengkafirkan, dilarang bersikap lemah lembut kepada orang yang mereka kafirkan, eksklusif, anti budaya, penuh kebencian kepada yang lain dan berat ke khilafah.
Dalam kesempatan ini, Ia juga mengungkap ciri ciri penceramah radikalis yakni anti pancasila, bhineka tunggal ika, NKRI, UUD 1944. Lalu mudah mengkafirkan orang, anti pemimpin atau pemerintah yang sah, anti budaya atau kearifan lokal dan eksklusif serta penuh kebencian serta intoleran ke orang lain. (IMC01)
Demokrat Jambi Matangkan Pelaksanaan Musda, Mashuri: Siapa Saja Bisa Maju Asal Sesuai Aturan
Komitmen Anti-Narkoba dan HP Ilegal, Jajaran Lapas Jambi Tandatangani Ikrar Zero Halinar
Gubernur Al Haris Dukung Liga 4 di Stadion Swarna Bhumi, Persebri Wakili Jambi ke Tingkat Nasional
Angka Kemiskinan Muaro Jambi Melonjak, Tekanan Pangan dan Daya Beli Disorot
Berujung Damai, SAD Sepakat Tak Lagi Ambil Sawit di Lahan PT SAL dan Tinggalkan Kecepek
Keberadaan KM Sumber Daya yang Hilang Kontak di Perairan Pulau Berhala Masih Misteri