IMCNews.ID, Surabaya - Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mendesak aparat kepolisian segera menangkap pengedar kopi berisi zat kimia, karena akan merugikan kesehatan masyarakat yang meminumnya.
"Kandungan bahan zat kimia dalam kopi itu tentu berbahaya bagi kesehatan. Hal ini tak bisa dibiarkan. Harus ditindak tegas untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," kata LaNyalla dalam siaran persnya di Surabaya, Minggu (6/3).
Sebelumnya, beredar kopi-kopi berbahaya yang dikemas dalam bentuk sachet. Terdiri dari berbagai merek di antaranya Kopi Cleng, Kopi Bapak dan Kopi Jantan.
BPOM menyatakan bahwa kopi-kopi tersebut sebagai barang ilegal yang mengandung zat kimia obat, berisi parasetamol dan sildenafil.
Kopi tersebut telah beredar di sekitar Bandung dan Bogor, dan tidak menutup kemungkinan sudah menyebar ke daerah lain.
"Oleh karena itu, saya meminta kepada masyarakat untuk tidak mengkonsumsi kopi jenis ini. Bagi yang sudah terlanjur membeli untuk segera menyerahkan ke BPOM atau ke pihak yang berwajib," kata LaNyalla, di sela reses di Jawa Timur.
Senator asal Jawa Timur itu juga menghimbau masyarakat agar membiasakan untuk mengecek izin edar suatu produk yang masih asing atau meragukan.
"Karena suatu produk yang tidak terjamin keamanannya bisa mengakibatkan gangguan pada kesehatan dan bisa saja mengakibatkan kematian," tutur LaNyalla.
LaNyalla juga meminta agar petugas segera turun ke lapangan untuk menarik kopi tersebut yang masih dijual di warung-warung.
"Pelaku pemalsuan dan pembuat kopi ini harus ditangkap karena sangat merugikan masyarakat," katanya. (IMC02/ant)
Jembatan Putus Akibat Banjir di Sarolangun, Edi Purwanto: Harus Jadi Prioritas
Jambi Guncang Rakernas ADPMET: Gubernur Al Haris Deklarasi Perang Fiskal Tak Adil
Edi Purwanto Desak Percepatan Jalan Dua Jalur Depan Kampus Unja dan UIN hingga Exit Tol Pijoan
Tiga Tersangka Kasus Perusakan Hutan dan Pelayaran Dilimpahkan ke Kejari Tanjabbar
Pohon Tumbang Diterjang Angin Kencang di Jalinsum Ganggu Lalu Lintas, Brimob Bergerak Evakuasi
Lestari Moerdijat Minta Tingkatkan Literasi Bahaya Kekerasan Seksual di Game Online