IMCNews.ID, Jambi - Unit Satwa (K9) Polda Jambi mengarahkan sejumlah anjing pelacak mendukung pelaksanaan Operasi Operasi Antisipasi Penyalahgunaan Narkotika (Antik) menyisir kawasan perkampungan rawan peredaran narkoba di Pulau Pandan dan Danau Sipin, Kota Jambi.
"Kali ini dilakukan di kawasan Pulau Pandan dan Danau Sipin, dibantu anjing pelacak untuk mendeteksi titik keberadaan narkoba," kata Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol Mulia Prianto, Kamis (24/2/2022).
Beberapa anjing pelacak yang sudah terlatih dengan dikawal sejumlah anggota polisi bersenjata lengkap menyisir perumahan warga dan lorong-lorong kecil di lokasi itu untuk mencari keberadaan pelaku dan barang bukti narkoba.
Berdasarkan laporan yang diterima, di dua kampung tersebut masih ada aktivitas transaksi dan pemakaian narkoba.
Pada operasi itu, polisi berhasil mengamankan seorang pria yang diduga pemakai setelah hasil tes urinenya positif narkoba.
Tim Operasi Antik terbagi menjadi dua kelompok, satu tim menyisir bagian perumahan di kawasan Pulau Pandan. Sementara tim lainnya menyisir di sekitar kawasan Danau Sipin.
"Seorang pria berinisial JP (27) warga Batam Kepulauan Riau y diamankan Tim Gabungan Ditresnarkoba Polda Jambi saat razia di kawasan Pulau Pandan setelah hasil urinenya positif mengandung narkoba. Ia mengaku datang ke jambi untuk urusan bisnis berjualan baju," katanya.
Pria itu diamankan saat keluar dari kawasan Pulau Pandan namun gerak-geriknya mencurigakan sehingga diamankan. Petugas langsung melakukan tes urine yang ternyata hasilnya positif mengandung narkotika.
"Saya mau ke Jakarta bang, ini sudah pesan tiket pesawat, tetapi tadi diperiksa petugas sebelum sempat keluar," katanya.
Karena hasil tes urine positif mengandung narkoba, pria itu dibawa ke Polda Jambi untuk pemeriksaan lebih lanjut. (IMC01)
Siginjai Fest 2026 Bakal Hadirkan Aisah Dahlan, Habib Ja’far hingga Hanan Attaki
Gubernur Al Haris Bangga Sungai Penuh dan Tebo Dapat Apresiasi dari Pusat
PDAM Tirta Muaro Jambi Diadukan ke YLKI Terkait Layanan dan Kualitas Air
Indonesia Impor 150 Juta Barel Minyak Dari Rusia Bertahap Hingga Akhir 2026