IMCNews.ID, Bandarlampung - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung berupaya mencari solusi atas ketersediaan pasokan minyak goreng yang langka di pasaran.
"Mengenai persoalan keterbatasan pasokan minyak goreng di pasaran yang terjadi saat ini akan coba kita carikan solusinya," ujar Plt Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Lampung, Kusnardi, di Bandar Lampung, Rabu (16/2).
Ia menjelaskan, mekanisme mengenai distribusi minyak goreng dan penetapan harga eceran tertinggi (HET) telah ditetapkan oleh pemerintah pusat.
"Mekanisme selanjutnya akan kita tunggu dari pusat karena ini program dari pusat," katanya.
Menurutnya, sembari menunggu mekanisme mengenai minyak goreng pihaknya akan mencoba menstabilkan pasokan dan harga melalui operasi pasar.
"Akan terus kita pantau untuk minyak goreng di pasaran salah satunya melalui operasi pasar. Sebab kemarin juga masih ada perusahaan minyak goreng yang kesulitan mendapatkan CPO," ucapnya.
Diketahui dalam beberapa pekan terakhir harga minyak goreng di Lampung terutama Kota Bandarlampung mengalami kenaikan dan langka di pasaran, meski pemerintah daerah setempat telah berupaya menstabilkan stok dan harga melalui operasi pasar.
Kenaikan harga minyak goreng tersebut meliputi kemasan premium di pasaran di jual Rp25.000 hingga Rp30.000 per liter, yang seharusnya Rp14.000 per liter. Sedangkan minyak goreng curah dijual Rp18.000 sampai dengan Rp19.500 per liter dengan harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh pemerintah seharusnya Rp11.500 per liter. (IMC02/ant)
Gubernur Buka Sosialisasi Pencegahan IRET, TCC, Perundungan, dan Bahaya Narkoba di Bungo
Lepas Banteng Jambi United Rebut Piala Soekarno Cup, Edi Ingatkan Pemain Jaga Sportivitas
Jelajah Candi Hingga Makan Besaji, Keseruan Field Trip Pelajar bersama NBT Coal Group
Dua Tersangka Korupsi Pengadaan Tanah Akses Pelabuhan Ujung Jabung Diserahkan ke JPU
Masyarakat Diimbau Tidak Beraktivitas di Atas Jalur Pipa Migas
Kenali Ancaman Siber, Pertahankan Ideologi Pancasila dan NKRI