IMCNews.ID, Jambi - Mantan pengacara KPU Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Tengku Ardiansyah ditangkap oleh penyidik Kejari Tanjabtim, Rabu (2/2/2022) malam tadi di salah satu kafe di Kota Jambi.
DPD Kongres Advokat Indonesia (KAI) merespon penangkapan itu sebagai tindakan tendensius. Diketahui, Tengku Ardiansyah merupakan anggota KAI Jambi.
Ketua KAI Kota Jambi, Fikri Riza mengatakan saat ini pihaknya sedang mengusahakan penangguhan penahanan terhadap Tengku.
"Tengku Ardiansyah sedang menjalani tugasnya sebagai pengacara, profesi ini dilindungi undang-undang maka harus sesuai aturan," ujar Fikri Riza, Kamis (3/2/2022).
Dia menyebutkan, sebelumnya Tengku pernah dipanggil pihak Kejari Tanjabtim. Kata dia, saat itu Tengku menghadiri panggilan.
"Tapi kok tiba-tiba ditangkap kayak teroris saja, harusnya tidak begitulah," katanya.
Maka dari itu dia sangat keberatan dengan penahanan ini. "Kita merasa dizholimi dan keberatan atas penahanan ini," tambahnya.
Sebelumnya Kuasa hukum mantan ketua KPU tanjab timur cholis, Tengku Ardiansyah ditangkap Penyidik Pidsus Kejari Tanjab Timur;
Diberitakan sebelumnya, Kasi Penkum Kejati Jambi, Lexy Fatharany mengatakan saat menjadi Penasehat Hukum Tersangka Tengku Ardiyansyah, diduga telah melakukan tindak pidana dengan sengaja mencegah, merintangi, atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan, penuntutan dan pemeriksaan sidang pengadilan terhadap tersangka dan terdakwa ataupun para saksi dugaan korupsi dana hibah pilkada serentak 2020. (IMC01)
Kepala BIN Sebut Penyadapan Presiden Prabowo Mengarah ke Makar
Tol Palembang–Betung Dibuka Fungsional Desember 2026, Progres Capai 87,18 Persen
Selamatkan TNKS dari Cengkeraman PETI, Satgas PKH Bidik Pemodal dan Jaringan Tambang Ilegal
Irjen Slamet Uliandi Jadi Jenderal ke Empat Tersangka Kasus Penyadapan Presiden, Ini Perannya
Enam Rakit PETI di Tambun Arang Dibakar, Polisi Sisir Lokasi Tambang Emas Ilegal
Al Haris Dorong Optimalisasi Migas Jambi, Perkuat Sinergi dengan PHR Zona 1
Jalani Sidang Perdana, Alex Noerdin Cs Disebut Rugikan Negara Hingga USD 30.194.452.79