Pencopotan Rocky Oleh Partai Sebagai Pimpinan DPRD yang Pertama di Jambi

Selasa, 23 November 2021 - 05:59:20 WIB

Rocky Chandra. (ist)
Rocky Chandra. (ist)

IMCNews.ID, Jambi - Rocky Chandra yang menduduki posisi sebagai Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi dari fraksi partai Gerindra mendadak dicopot. Pencopotan itu diusulkan oleh partainya bernaung.

Bahkan, pada Senin (22/11/2021) kemarin, DPD Gerindra Provinsi Jambi tekah menyampaikan surat usulan pergantian pimpinan DPRD dari Gerindra dari Rocky Chandra me Faisal Riza.

Proses pergantian akan dibahas melalui Badan Musyawarah (Bamus). Selanjutnya di paripurnakan, dan selanjutnya diusulkan ke Kemendagri.

"Saya masih di Jakarta, belum saya cek (surat usulan sudah masuk, red). Nanti kalau suratnya sudah masuk akan diproses," kata Edi via ponsel, Senin kemarin.

BACA JUGA : Tanggapan Rocky Chandra Setelah Dicopot Dari Posisi Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi

"Nanti di Banmus untuk dijadwalkan paripurna pergantian. Selanjutnya kita kirimkan ke Kemendagri melalui Gubernur Jambi," jelas Edi.

Namun dia belum bisa memastikan proses itu akan berjalan. Pasalnya, penggantian pimpinan yang diusulkan oleh partainya langsung baru pertama ini terjadi.

"Kita belum pernah ya, tapi kalau pak Chumaidi dulu itu sebentar, karena dia tersangka. Itu PAW," sebutnya.

Jika pergantian ini terlaksana, maka Rocky Candra menjadi yang pertama di DPRD dan dunia perpolitikan Jambi diusulkan diganti di tengah jalan oleh partainya.

Jika melihat UU No. 17 Tahun 2014 yang mengatur kelembagaan DPR (UU MD3), dinyatakan bahwa pimpinan DPR tidak terlepas dari partai politiknya, maka posisi Rocky sangat lemah. Dalam UU MD3 Pasal 87 (2) hurup d disebutkan Pimpinan DPRD dapat diusulkan diberhentikan oleh partainya.

Dalam hal ini, posisi DPD Partai Gerindra sangat kuat dan punya wewenang untuk mengusulkan pergantian Rocky. Apalagi usulan pergantian Rocky tersebut merupakan rekomendasi DPP berdasarkan hasil investigasi.

Seperti diberitakan, sumber di internal Gerindra mengatakan, pencopotan Rocky Candra tersebut merupakan romendasi dari DPP Gerindra. Keputusan ini diambil berdasarkan hasil investigasi tim dari DPP yang turun ke Jambi dua bulan lalu.

‘’Intinya kesalahan fatal Rocky adalah dia dinilai tidak loyal kepada pimpinan partai, ‘’ kata salah satu pengurus DPD Gerindra Provinsi Jambi yang minta namanya tidak ditulis.

Informasi lain menyebutkan, pencopotan Rocky ini juga berhubungan dengan perseteruannya dengan Ketua DPD Gerindra Provinsi Jambi Sutan Adil Hendra (SAH) dan sejumlah pengurus inti lainnya.

Buruknya hubungan Rocky dengan SAH memang sempat mencuat beberapa waktu lalu. Salah satu yang paling mencolok adalah ketika Rocky memasang Baleho gambar dirinya dengan latar gambar Prabowo Subiyanto di sejumlah tempat di Kota Jambi.

Di baliho tersebut Rocky tidak memasang gambar SAH selaku ketua DPD sebagai mana lazimnya kader partai umumnya.

"Itu salah satu yang dinilai salah oleh tim dari DPP. Selain itu hubungan Rocky dengan beberapa pengurus juga tidak baik. Makanya, saat tim dari DPP turun ke Jambi melakukan investigasi tidak ada yang membela Rocky,’’ sebutnya. (IMC01)



BERITA BERIKUTNYA