Krisis Energi, Negara Maju Gunakan Batu Bara Lagi

Jumat, 29 Oktober 2021 - 10:17:31 WIB

Bahlil Lahadalia. (ist)
Bahlil Lahadalia. (ist)

IMCNsws.ID, Jakarta - Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia menyebut banyak negara maju yang kembali menggunakan batu bara atau energi fosil akibat krisis energi. 

"Negara-negara sahabat kita yang lain yang jauh-jauh di sana itu kadang-kadang mereka merasa sok tentang green energy," katanya, Rabu (27/10/2021) lalu sebagai mana dikutip dari detik.com.

"Padahal mereka juga sekarang negara-negara yang katanya nggak boleh pakai batu bara, nggak boleh pakai fosil sekarang mereka krisis energi bikin lagi batu bara," tambahnya.

Bahlil menyatakan, Indonesia mendukung dan mendorong energi yang ramah lingkungan, bahkan telah berkomitmen untuk mewujudkan nol emisi karbon (net zero emission/NZE) selambat-lambatnya di 2060.

"Jadi kita ini sebenarnya boleh mengikuti perkembangan dunia tapi jangan terlalu banyak kita menari di gendang orang. Kita tidak boleh banyak menari di gendang orang, kenapa? Kita negara yang berdaulat. Tapi kita juga dorong konsep global tentang green energy, itu setuju," tegasnya. 

Krisis energi sejumlah negara ini, kata Bahlil, dapat dimanfaatkan untuk menarik investasi. Sebab, sumber energi yang dibutuhkan itu berlimpah di tanah air. 

"Nah strategi yang kita bangun adalah kan energi kita sendiri kan oversupply sekarang. Kita data dari PLN untuk Jawa-Bali kita oversupply sekitar 2.300 MW maka ini adalah kesempatan/momentum untuk kita meminta kepada perusahaan-perusahaan yang ada di negara itu segera melakukan relokasi ke Indonesia, kenapa? agar harga pokok produksi mereka bisa rendah dan produknya bisa kompetitif," jelasnya. 

Seperti diketahui sejumlah negara di Eropa saat ini tengah mengalami krisis energi yang cukup serius. Negara seperti Inggris, Spanyol, bahkan China hingga Singapura mengalami krisis energi karena sejumlah faktor, salah satunya pasokan bahan bakar fosil yang terbatas. (IMC01) 



BERITA BERIKUTNYA