IMCNews.ID, Jakarta - Peneliti Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) Alfindra Primaldhi mengatakan kemudahan dan manfaat dari berbagai fitur dan layanan keuangan digital semakin mendorong minat masyarakat dalam melakukan investasi secara digital.
Digitalisasi berperan sebagai katalis peningkatan inklusi keuangan di berbagai lapisan masyarakat. Teknologi digital, seperti ekosistem aplikasi pembayaran digital dan lain-lain mampu menjangkau kelompok yang sebelumnya tidak terjangkau dan bahkan mendorong pemanfaatan produk keuangan yang sebelumnya belum umum digunakan masyarakat luas, seperti pinjaman dan investasi, kata Alfindra dalam paparannya secara virtual, Selasa.
Mengutip dari riset LD FEB UI bertajuk "Peran GoTo Financial terhadap Inklusi Keuangan Indonesia Tahun 2021", terdapat sebanyak 3 dari 5 konsumen yang berinvestasi digital menggunakan GoPay.
Lebih lanjut, riset menunjukkan konsumen menggunakan GoPay untuk investasi reksadana (46 persen), emas digital (39 persen), cryptocurrency (25 persen), dan lainnya (25 persen).
Mayoritas konsumen (79 persen) menggunakan GoPay untuk melakukan berinvestasi digital karena mudah. Sementara, alasan lainnya adalah karena sistem yang dianggap aman (54 persen), bisa mulai investasi dengan jumlah kecil (40 persen), menguntungkan (32 persen), produk investasi terjamin (28 persen), dan lainnya (1 persen).
"Konsumen dari berbagai latar belakang pendidikan, pekerjaan, dan pemasukan secara merata menggunakan GoPay untuk investasi digital, seperti reksadana dan emas," kata Alfindra.
"Hal ini mematahkan persepsi bahwa investasi hanya dapat diakses oleh masyarakat dengan pemasukan dan pendidikan tinggi," imbuhnya.
Di sisi lain, Alfindra mengatakan adopsi teknologi digital terhadap layanan keuangan terjadi di seluruh lapisan masyarakat. Hal ini didorong oleh faktor kenyamanan dan kemudahan yang didapatkan oleh para pengguna melalui aplikasi keuangan yang ia gunakan.
"Dari riset ini, kita melihat mayoritas masyarakat menggunakan aplikasi (keuangan digital) merasa aman dan mendapat pengalaman menyenangkan, serta manfaat langsung," kata Alfindra.
"Ketika terjadi pembatasan pergerakan karena pandemi, misalnya, kita masih bisa transaksi dan eksplor berbagai layanan dan fitur, sehingga bukan hanya dilakukan untuk pembayaran, namun juga ke layanan dan fitur lain yang bermanfaat untuk mereka, utility-nya dapat," ujarnya menambahkan.
Alfindra mengatakan, terdapat beberapa temuan menarik pada riset ini, khususnya mengenai bagaimana GoPay dan produk GoTo Financial lainnya tidak hanya berdampak pada peningkatan literasi keuangan, tetapi juga meningkatkan inklusi keuangan yang telah mendorong penggunaan produk dan layanan jasa keuangan, terutama di kalangan masyarakat unbanked dan underbanked. (IMC02/Ant)
Berujung Damai, SAD Sepakat Tak Lagi Ambil Sawit di Lahan PT SAL dan Tinggalkan Kecepek
KABAR DUKA! Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Tutup Usia Akibat Serangan Jantung
Polisi Bongkar Produksi dan Peredaran Kosmetik Ilegal Mengandung Merkuri
Gubernur Al Haris Dorong HKTI Jadi Lokomotif Gerakan Pangan di Jambi
Harga Minyak Melonjak Setelah OPEC+ Pertahankan Peningkatan Produksi