Kades Keluhkan Uang Pencairan Dana Desa di Bank 9 Jambi Sungai Penuh Sering Kurang

Selasa, 05 Oktober 2021 - 06:34:56 WIB

IMCNews.ID, Sungai Penuh - Pelayanan bank 9 Jambi Kota Sungai Penuh menuai keluhan dari kepala desa (kades). Dana Desa yang dicairkan lewat bank plat merah dengan jasa teller bank itu disebut oleh kades sering tak sepenuhnya diterima alias kurang.

"Untuk kejadian yang pertama kurang Rp 50 ribu, dan yang kedua kekurangannya sebesar Rp 400 ribu," ungkap salah seorang kades yang enggan namanya ditulis, Senin (04/10/2021) kemarin.

Informasi yang didapatkan, berkurangnya jumlah dana saat penarikan tersebut, tidak hanya terjadi pada satu nasabah saja. Namun beberapa kades lainnya juga mengalami hal serupa.

BACA JUGA : Studi Banding Ratusan Kades di Tebo Disoal

"Kekurangannya bervariasi. Ada yang kurang sebanyak Rp 50 ribu sampai Rp500 ribu. Hanya saja banyak yang enggan melapor, lantaran jumlah kekurangannya tidak banyak. Padahal sudah berulang-ulang," ucap kades lainnya.

Dia sendiri, sudah melaporkan ke pihak bank terkait kekurangan tersebut. Kata dia, pihak bank meminta sejumlah bukti diantaranya kertas pengikat uang.

Namun setelah melengkapi bukti, tetap saja kekurangan tersebut tidak diganti oleh pihak bank, dengan alasan penarikan sudah lama dilakukan.

"Saya mengakui ada kesalahan bendahara ketika melakukan penarikan, lantaran tidak melakukan penghitungan di depan petugas. Namun pihak bank juga harus lebih teliti lagi," imbuhnya.

Pihak bank lanjutnya, mengaku sebagian besar dana berasal dari bank lain. Karena jumlahnya yang banyak, tidak memungkinkan dilakukan penghitungan ulang.

“Karena bank juga tidak sempat menghitung ulang dana yang berasal dari bank lain. Ke depan, jika ingin melakukan penarikan harus dihitung ulang di depan teller,” ujarnya.

Selain jumlahnya yang kurang, penarikan uang di bank Jambi juga sering terdapat uang rusak. Ini mengindikasikan bahkan pihak bank juga tidak teliti.

"Kemarin ada lima lembar pecahan Rp 50 ribu yang rusak dan putus, namun sudah ditukar dengan uang baru. Jika petugas melakukan pengecekan atau penghitungan ulang, harusnya uang tersebut tidak sampai lolos dan diberikan kepada nasabah," tambahnya.

Kades lainnya yang juga enggan disebutkan namanya juga membenarkan peristiwa ini. "Saya kemarin kekurangannya Rp 100 ribu. Semoga kejadian ini tidak terulang kembali. Untuk itu nasabah maupun pegawai bank, harus sama-sama teliti saat melakukan transaksi," harapnya.

Sementara Kepala Cabang Bank 9 Jambi Sungai Penuh belum berhasil dimintai komentarnya. Dikonfirmasi lewat pesan WhatAppsnya belum ada tanggapan meskipun pesan telah dibaca dengan centang biru. (*)

Sumber: jambione.com



BERITA BERIKUTNYA