IMCNews.ID, Jambi - Bus Koja Trans yang digadang untuk memperbaiki transportasi umum di Kota Jambi ternyata gagal. Perusahaan transportasi itu mengalami kesulitan di tengah pandemi hingga akhirnya resmi menutup operasional di Kota Jambi.
"Memang perusahaannya dalam kondisi sedang sulit. Ada beberapa hal yang menjadi masalah, termasuk di dalam perusahaan itu sendiri," kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Jambi, Saleh Ridho, Kamis (2/9/2021).
Dia mengaku telah menerima laporan dari perusahaan yang menaungi Koja Trans. Mereka juga sudah menarik unit kendaraannya.
Namun Saleh Ridho mengatakan, masih ada kemungkinan Koja Trans kembali beroperasi di Kota Jambi jika situasi pandemi membaik.
BACA JUGA : Kota Jambi Bakal Punya Enam Kelurahan Baru
"Kondisi sekarang memang sulit, dibilang pailit (bangkrut), bisa juga disebut pailit. Intinya bis tayo itu tidak operasional di kota lagi, mereka sudah menarik unitnya," tambahnya.
Dia mengakui, beroperasinya bus tersebut pada awalnya membawa cita-cita untuk memperbaiki transportasi umum di Kota Jambi.
"Ini awalnya memang cita-cita kita untuk memperbaiki transportasi. Apalagi saat ini tengah digarap BUMD Siginjai Sakti yang juga nanti menaungi transportasi," tuturnya.
Sementara itu, anggota Komisi III DPRD Kota Jambi, Junedi Singarimbun menilai kejadian itu sebagai sebuah kegagalan dari Pemkot Jambi.
"Trans Koja ini sudah dibuat sedemikian rupa dengan kebijakan-kebijakan pemerintah, namun tidak bisa bertahan," katanya.
Junedi menegaskan bahwa kebijakan yang dibuat pemerintah untuk Trans Koja menjadi pilihan angkutan umum masyarakat ternyata tidak berhasil alias gagal.
"Untuk mengurai kemacetan dan memperbaiki transportasi umum tidak mungkin lagi bisa. Karena ini sudah menjadi preseden buruk," pungkasnya.
Untuk diketahui, Trans Kota resmi beroperasi di Kota Jambi pada 28 Oktober 2019 lalu. Kehadiran capsule bus tersebut sebagai implementasi konsep Kota Pintar yang diinisiasi Wali Kota Jambi Syarif Fasha yang menjalin kerja sama dengan PT Multi Inti Digital Bisnis (MDB) melalui anak perusahaannya, Multi Inti Digital Transportasi (MDT), bernaung di bawah Multi Inti Sarana Group (MIS Group).
Peluncuran Trans Koja, angkutan umum berbasis aplikasi online pertama di Indonesia tersebut diresmikan Wali Kota Jambi Syarif Fasha dan Direktur MDT Subhan Novianda, disaksikan Chairman MIS Group Tedy Agustiansjah di Pelataran Kantor Wali Kota Jambi.
Di samping menjadi salah satu solusi kemacetan lalu lintas, hadirnya Koja Trans juga diharapkan mampu mengubah kebiasaan masyarakat Jambi dalam beraktivitas menggunakan angkutan umum. Namun belum genap dua tahun beroperasi, kini Trans Koja harus menghentikan operasionalnya. (*/IMC01)