IMCNews.ID, Muara Sabak - Mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kebangsaan 2021 menanam 100 bibit bakau atau mangrove sebagai bentuk kepedulian terhadap kehidupan masyarakat di pesisir pantai.
Penanaman ini dilakukan bersama aktivis lingkungan dan karang taruna Desa Majelis Hidayah, kecamatan Kuala Jambi, Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
“Para mahasiswa berasal dari berbagai macam daerah di Indonesia, ada yang dari UNJA Jambi, USU Medan, UNAND Padang, UBB Bangka Belitung, ITS Surabaya, UPR Palangkaraya, ISI Denpasar, bahkan UNHAS Makasar. Konservasi mangrove dilakukan di kawasan pesisir pantai B Cafe,” kata Guntur, pemilik objek wisata B Cafe di Desa Majelis Hidayah, Jumat (20/07/2021) pagi.
Penanaman pohon bakau ini merupakan bagian dari bakti sosial memperingati hari kemerdekaan Indonesia yang ke-76 sekaligus sebagai bentuk perpisahan mahasiswa KKN Kebangsaan 2021 kepada Desa Majelis Hidayah.
Guntur menyampaikan, kegiatan ini merupakan salah satu pembelajaran bagi pemuda bahwa fungsi dari hutan bakau sangat penting. Dia menilai, pemuda selaku generasi harus ikut menjaga pelestarian hutan, terutama hutan bakau ini.
Sebanyak 100 bibit mangrove jenis rhizophora tersebut merupakan sumbangan langsung dari mahasiswa KKN Kebangsaan 2021 posko XIX, Desa Majelis Hidayah melalui dana program kerja yang diberikan oleh kampus masing-masing.
Khusus di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, terdapat beberapa jenis tanaman bakau seperti nipah, pinago, rhizophora, dan sonneratia acanthus.
“Bibit bakau tersebut memang diperuntukkan untuk penyelamatan lingkungan yang kami harap dapat dilestarikan oleh pemilik objek wisata B Café beserta pemuda Desa Majelis Hidayah,” ujar Ketua Posko XIX KKN Kebangsaan 2021, Prizky yang merupakan mahasiswa ilmu perikanan asal Universita Jambi.
Secara umum, ia menjelaskan besarnya peran tanaman bakau dalam menjaga keseimbangan ekosistem serta menyelamatkan lingkungan. Beberapa di antaranya, seperti menahan air laut yang meluap ke daratan yang kemudian dapat mengakibatkan abrasi, juga menjadi tempat tinggal ikan dan berbagai jenis biota laut.
Selain itu, penanaman bakau juga dapat dikembangkan menjadi tempat wisata hutan bakau kedepannya yang dapat menarik lebih banyak wisatawan dari luar daerah untuk datang ke Desa Majelis Hidayah.
Prizky mewakili para mahasiswa KKN Kebangsaan berharap kesadaran masyarakat dalam menjaga keseimbagan ekosistem mulai tumbuh dan melanjutkan usaha mahasiswa dan pemuda desa dalam berbagai macam upaya untuk menghindari kerusakan lingkungan.
"Salah satunya melalui penanaman mangrove dan menjaga kebersihan sekitaran pesisir. Kami juga berharap, dengan adanya hutan bakau sebagai tempat huni biota laut nantinya, mayoritas warga Desa Majelis Hidayah yang berprofesi sebagai nelayan dapat dipermudah dalam pencarian ikan-ikan," katanya.
Aktivis lingkungan Desa Majelis Hidayah, Akbar Zulkifli, juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak mahasiswa KKN Kebangsaan selaku promotor dalam kegiatan ini yang telah peduli atas hutan bakau dan kondisi pesisir pantai di desanya. (*)
Penulis : Nelva Citra Saini
Kabel Transmisi Putus di Mestong Jambi Penyebab Blackout Listrik Sumatera
Makna Berkurban Idul Adha di Tengah Kesenjangan Sosial di Jambi
KABAR DUKA! Seorang Jamaah Haji Asal Jambi Meninggal Dunia di Makkah
Sepanjang Triwulan Pertama 2026 Ditemukan 1.443 Orang Dipasung Akibat Masalah Kesehatan Mental
Listrik se-Sumatera Padam Total, Pemerintah Didesak Audit Menyeluruh PLN
Presiden Jokowi Harap Guru-Pelajar Bersabar untuk Belajar Tatap Muka