IMCNews.ID, Paris - Tantangan terberat dalam mengevakuasi warga negara Prancis dan staf Afghanistan yang bekerja untuk otoritas Prancis adalah menjangkau bandara Kabul, ungkap Menteri Pertahanan Prancis Florence Parly, Selasa (17/8).
Parly berbicara ketika penerbangan pertama yang terdiri atas 40 pengungsi --warga Prancis, Afghanistan dan warga negara lainnya-- mendarat di bandara Prancis.
"Situasi di bandara Kabul masih sangat kacau dan akses menuju bandara tersebut sulit sekali," kata Parly kepada wartawan.
Parly menuturkan bahwa Prancis bergantung pada militer Amerika Serikat untuk mengamankan bandara Kabul.
Dia juga mengatakan penerbangan evakuasi lebih lanjut akan bergantung pada slot pendaratan. (IMC02/Ant)
Sebut Dakwaan Jaksa Soal Pemerasan Rp55 Miliar Kabur, Febrie Minta Dibebaskan
DPRD Desak Pemprov Jambi Siapkan Usulan Pengelolaan Mangrove dan Gambut Terpadu
Gubernur Tekankan Hut Ke-27 Sarolangun Harus Jadi Momen Evaluasi
Proyeksi Pendapatan dan Target Jaminan Kesehatan dalam Perubahan RPJMD Disorot
Tinggalkan Kabul, Pesawat AS Angkut Ratusan Warga Afghanistan