IMCNews.ID, Muara Bulian - Harga Para Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Batanghari mencapai Rp2.500 perkilogram.
Seperti di Desa Jangga Kecamatan Batin XXIV, Kabupaten Batanghari, Kamis (12/8/2021), harga kelapa sawit di tingkat agen pengepul dan pabrik sudah berkisar Rp2.200 hingga Rp2.500 perkilogram.
"Saat ini harga sawit bisa dikatakan mengalami kenaikan lebih Rp900 perkilonya, karena dalam beberapa bulan terakhir harga sawit hanya berkisar Rp1.600 saja perkilogramnya," kata petani kelapa sawit di Desa Jangga, Ariyansyah.
Kendati harga mulai mengalami kenaikan, para petani masih menemukan kendala seperti hasil buah yang alami "trek" akibat dampak cuaca yang tidak menentu.
"Musim saat ini sudah memasuki kemarau, sehingga membuat beberapa lahan perkebunan kami terlihat tandus, hal itu mempengaruhi sekali bagi buah produksi terutama bagi sawit yang kurang pupuk," katanya.
Ia juga berharap pemerintah lebih memperhatikan para petani sawit yang berada di desa-desa, terutama dalam hal memberikan bantuan bibit sawit unggul bersubsidi. Sehingga para petani dapat mengganti pohon kelapa sawit atau replanting yang sudah berusia tua sehingga tidak berproduksi lagi. (IMC01)
Lahan Eks Karhutla Ditanami Sawit, Al Haris Minta APH Usut Motif Pembakaran Untuk Perkebunan
Bahlil Tutup Jalur Transit Ekspor SDA, Mulai 2027 Batu Bara Wajib Lewat Danantara
Skor Indeks Demokrasi Jambi Turun, Kesetaraan dan Kebebasan Disorot
Ekonomi RI Tumbuh 5,45 Persen, Airlangga Klaim Lampaui Negara G20
Harga Sawit Naik, Panen Anjlok 30 Persen: Kemarau Tekan Produksi Petani Jambi
Sinergi PHR dan Aparat Penegak Hukum Ungkap DPP Ilegal Tapping Pertamina EP Jambi