IMCNews.ID, Jakarta - Bursa Efek Indonesia bakal diramaikan dengan kedatangan PT Archi Indonesia. PT Archi bakal segera ikut melantai tahun ini.
PT Archi merupakan perusahaan produsen emas raksasa, salah satu yang terbesar di Asia Tenggara. Mayoritas dari saham PT Archi Indonesia dipegang oleh PT Rajawali Corpora, perusahaan milik Peter Sondakh.
Peter Sondakh diketahui juga menjalankan sejumlah bisnis lain di bawah bendera PT Rajawali Corpora yakni PT Eagle High Plantations Tbk, Golden Eagle Energy Tbk, Fortuna Indonesia, St. Regis Bali, The Four Seasons Hotel Jakarta, dan sebagainya.
Bahkan, Peter juga membangun bisnisnya di luar negeri lewat Langkawi International Convention Center di Malaysia. Dikutip dari CNN Indonesia yang melansir Forbes, PT Rajawali Corpora berdiri pada 1984.
PT Rajawali bergerak dalam usaha investasi di bidang perhotelan, media, dan pertambangan. Peter Sondakh menjadi orang terkaya ke-18 di Indonesia versi Forbes.
Dia memiliki kekayaan bersih senilai US$1,5 miliar. Bisnis Peter diawali saat ia membangun perusahaan stasiun TV Rajawali Citra Televisi Indonesia atau yang lebih dikenal dengan RCTI.
Peter kemudian merambah ke usaha lainnya. Salah satunya usaha wisata lewat Lombok Tourism Development Corp (LTDC) dan Express Group.
Adapun usaha yang dilepas Rajawali Group adalah perusahaan rokok Bentoel Group dan PT Excelcomindo Pratama atau PT XL Axiata Tbk. Pada 2007, perusahaan juga melakukan spin off atau memisahkan RCTI menjadi RTV atau Rajawali TV.
Dari deretan panjang usaha Peter Sondakh, sektor infrastruktur dan pertambangan menjadi salah satu fokus perusahaan. Pada 2010, Rajawali Group mengakuisisi Bukitasam Transpacific Railway Infrastructure, Nusantara Infrastructure, dan PR Triaryani. Juga, membangun Green Eagle Group, perusahaan kebun minyak kelapa sawit.
Menjadi salah satu usaha terbesarnya, Archi Indonesia membidik pendanaan lewat IPO dengan target senilai Rp3,97 triliun.
Perusahaan menyatakan mampu memproduksi lebih dari 8 ton emas per tahun, selama tiga tahun terakhir. Perseroan melakukan penambangan emas pertamanya di Proyek Toka Tindung melalui PT Meares Soputan Mining (MSM) dan PT Tondano Nusajaya (TTN). (*)
Kabel Transmisi Putus di Mestong Jambi Penyebab Blackout Listrik Sumatera
Makna Berkurban Idul Adha di Tengah Kesenjangan Sosial di Jambi
KABAR DUKA! Seorang Jamaah Haji Asal Jambi Meninggal Dunia di Makkah
Sepanjang Triwulan Pertama 2026 Ditemukan 1.443 Orang Dipasung Akibat Masalah Kesehatan Mental
Listrik se-Sumatera Padam Total, Pemerintah Didesak Audit Menyeluruh PLN
Minyak Sentuh Level Tertinggi 15 Bulan Ditopang Prospek Permintaan