IMCNews.ID, Jambi - Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Jambi mengutuk aksi pengeroyokan terhadap 2 wartawan di Bungo yang sedang menjalankan tugasnya.
Aksi kriminal ini menunjukkan pekerjaan wartawan yang dilindungi Undang-Undang telah diabaikan dan dilanggar oleh para pelaku pengeroyokan.
Untuk itu Ketua SMSI Provinsi Jambi Muhtadi Puteranusa menegaskan sikap SMSI Provinsi Jambi mengutuk keras aksi pengeroyokan ini.
"Untuk itu SMSI meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus ini," harapnya.
Direktur Jambi TV ini juga mengatakan, ada beberapa sikap dari SMSI Provinsi Jambi terkait hal ini.
Pertama meminta Kapolres menindaklanjuti kasus kekerasan terhadap jurnalis.
Kedua menuntut pelakunya dibawa ke meja hijau untuk menerima hukuman yang setimpal, sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Ketiga, menyarankan pimpinan media wartawan bersangkutan melaporkan dan memberi bantuan hukum dan keempat menghimbau semua pihak menghormati kerja-kerja jurnalistik yang dilindungi oleh UU Pers, demi terjaminnya hak publik untuk tahu dan mendapatkan informasi yang akurat mengenai isu-isu yang penting bagi orang banyak.
Sebelumnya, diketahui para pencari berita ini dikeroyok saat meliput dugaan kegiatan ilegal di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Jalan Lingkar arah Bandara Muarabungo. Akibat aksi kriminal tersebut, dua wartawan yakni Taufik Iskandar kontributor TV One wilayah Bungo dan Yadi kontributor Jambi One wilayah Bungo babak belur di bagian wajah dan dilarikan ke rumah sakit. (*)
Gubernur Al Haris Tegaskan Dukungan Pemerintah Pada Kontigen Pesparawi Jambi
Jamaah Haji Asal Merangin Meninggal Dunia di Makkah Akibat Gagal Ginjal
Keluarga Diimbau Tak Jemput Jamaah di Asrama Haji, Ini Alasannya
Bantah Seleksi KI Provinsi Jambi Tak Transparanan, Ariansyah: Pendaftaran Belum Dibuka
Benahi Estetika Daerah, Dorong Penataan Kabel Internet Bawah Tanah
HUT Damkar, Satpol PP dan Satlinmas Momentum Tingkatkan Pelayanan Pada Masyarakat
16 RS Rujukan di Semua Daerah Tambah Kapasitas Ruang Perawatan Pasien COVID-19