IMCNews.ID, Muara Bulian - Sebanyak 76 desa di Kabupaten Batang Hari rawan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang Hari, Sholihin mengatakan puluhan desa itu telah ditetapkan wilayah rawan bencana karhutla pada tanggal 17 April 2026.
"Penetapan itu seiring tingginya potensi kebakaran akibat faktor cuaca dan aktivitas manusia," katanya, Rabu (22/4/2026).
Dia menyampaikan ada delapan kecamatan menjadi fokus utama penanganan karhutla 2026.
Dirincikannya, delapan Kecamatan itu yakni Kecamatan Pemayung, Bajubang, Muara Bulian, Muara Tembesi, Maro Sebo Ulu, Maro Sebo Ilir, Mersam, dan Batin XXIV.
"Seluruh wilayah tersebut masuk kategori rawan," ujarnya.
Menurutnya, beberapa desa di kecamatan tersebut memiliki tingkat kerentanan tinggi.
Desa itu yakni Jembatan Mas, Bungku, Pasar Baru, Jelutih, dan Kembang Paseban.
Untuk itu, Pihak BPBD mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terlebih dengan adanya potensi cuaca panas berkepanjangan.
"Masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara dibakar karena berisiko tinggi memicu kebakaran yang lebih luas," pungkasnya. (*)
PT SAS dan Group Resmikan Kantor Engineering Site Pauh Lebih Dekat dengan Masyarakat
Tingkatkan Kewaspadaan, PEP Jambi Bekali Warga Bajubang Hadapi Risiko Kebakaran
Komisi XII DPR RI Agendakan Investigasi Lapangan Soal Pemasangan Pipa Gas Jadestone
MPW PP Jambi Minta Komisi XII Panggil Jadestone Soal Pemasangan Pipa Gas
Wajah Ganda Ekonomi Merangin, Statistik Membaik, Struktur Tertinggal
Hadapi Kemarau Ekstrem Tahun Ini, Ratusan Sumur Bor BRGM Harus Dievaluasi