IMCNews.ID, Jambi - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengancam Provinsi Jambi. Provinsi Jambi bahkan masuk dalam daftar enam daerah paling rawan karhutla secara nasional.
Pemerintah Provinsi Jambi langsung meningkatkan status kewaspadaan dengan menyiapkan sejumlah langkah antisipasi guna menekan risiko kebakaran sejak dini.
“Biasanya kemarau terjadi pertengahan tahun, namun tahun ini diperkirakan mulai lebih awal, sekitar Mei. Ini tentu berdampak pada meningkatnya potensi karhutla,” ungkap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi, Bachyuni Deliansyah.
Berdasarkan pemetaan yang dilakukan pemerintah, sejumlah wilayah di Jambi memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap karhutla.
Daerah yang paling rentan meliputi Tanjung Jabung Timur, Tanjung Jabung Barat, dan Bungo.
Ketiganya dinilai memiliki karakteristik lahan yang mudah terbakar, terutama kawasan gambut yang sensitif terhadap kekeringan.
Sementara itu, wilayah seperti Sungai Penuh, Kerinci, dan Kota Jambi tetap dalam pengawasan meski tingkat risikonya relatif lebih rendah.
Untuk memperkuat pengendalian di lapangan, BPBD Jambi telah menyiapkan 62 pos siaga karhutla yang tersebar di berbagai titik rawan.
Pos siaga ini melibatkan tim gabungan dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, hingga masyarakat setempat.
Mereka akan menjalankan patroli rutin, pemantauan titik panas, serta edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Pemprov Jambi juga mendorong sejumlah kabupaten, seperti Tanjung Jabung Timur, Muaro Jambi, Tebo, dan Sarolangun, untuk segera menetapkan status siaga karhutla.
Langkah ini penting agar daerah dapat mengakses dukungan dari pemerintah pusat, termasuk bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.
Bachyuni menegaskan, lahan gambut menjadi faktor paling krusial dalam potensi karhutla tahun ini. Saat mengering, jenis lahan ini sangat mudah terbakar dan sulit dipadamkan.
“Pembasahan lahan gambut harus dilakukan lebih awal. Jika terlambat, api bisa menyebar luas dan sulit dikendalikan,” tegasnya.
Selain itu, kombinasi musim kemarau panjang, minimnya curah hujan, dan peningkatan suhu udara semakin memperbesar risiko kebakaran.
Pemerintah menekankan bahwa pencegahan tetap menjadi strategi utama dalam menghadapi ancaman karhutla. (*)
Jambi-Kepri Tandatangani Kerja Sama Pengelolaan Pulau Berhala
Jambi Masuk Daftar Daerah Rawan Karhutla, Tiga Kabupaten Paling Rentan
KI Jambi Sidangkan Tujuh Sengketa Terkait Informasi Desa di Tiga Kabupaten
Pasca Bentrok SAD dan Security PT SAL, Polisi Perketat Pengamanan
Bentrok SAD dan Security PT SAL Pecah, Walhi: Negara Gagal Selesaikan Konflik Agraria
RS Mitra Jambi Resmikan Poliklinik Eksekutif, Perkuat Layanan Premium Berbasis Kenyamanan