IMCNews.ID, Jakarta - Harga minyak dunia mengalami lonjakan hingga 8 persen imbas dari ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang akan memblokade Selat Hormuz.
Harga minyak mentah Brent mencapai 102 dolar AS (Rp1,7 juta) per barel, menurut data perdagangan.
Pada Minggu (12/4) pukul 22:01 GMT atau Senin pukul 05.01 WIB, harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Juni secara berjangka diperdagangkan naik 7,76 persen dari penutupan sebelumnya 102,59 dolar AS per barel.
Sementara harga minyak mentah WTI berjangka Mei naik 8,2 persen menjadi 104,51 dolar AS (sekitar Rp1,7 juta).
Sebelumnya, Sabtu (11/4), Iran dan AS memulai pembicaraan di Islamabad, Pakistan, setelah pengumuman kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan antara AS dengan Iran.
Namun, Wakil Presiden AS J.D. Vance, selaku kepala delegasi pembicaraan dari pihak AS, mengumumkan pada Minggu pagi (12/4) bahwa Iran dan AS gagal mencapai kesepakatan selama negosiasi panjang.
Tim AS pun pulang dari Islamabad dengan tangan kosong. Trump lantas mengumumkan bahwa AS akan mulai memblokade semua kapal yang mencoba masuk dan keluar dari Selat Hormuz.
Ia juga menginstruksikan Angkatan Laut AS untuk melacak dan mencegat semua kapal yang membayar kepada Iran untuk melewati selat tersebut.
Komando Pusat AS (CENTCOM) telah bersumpah untuk memulai blokade seluruh lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran pada Senin pukul 14.00 GMT atau 21.00 WIB. (*)
Gubernur Al Haris: Pengusaha dan Pekerja, Satu Kesatuan yang Tak Bisa Dipisahkan
Serahkan SK Pengurus Baru, CE Targetkan Golkar Tanjabbar Tambah Perolehan Kursi Legislatif
Pengurus DPW dan DPD PAN se Provinsi Jambi Dilantik, Al Haris Nyatakan Komitmen Jalankan Amanah
Jamaah Dilindungi Asuransi Jika Sakit Akibat Panas Ekstrem Saat Puncak Haji
Geram Jaringan Telkom Hambat Perbaikan Jalan, Ivan Wirata Beri Tenggat Tiga Hari
Bus Bawa Puluhan Jamaah Umrah Asal Indonesia Terbakar Dekat Kota Madinah