IMCNews.ID, Jambi - Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Jambi menyiapkan tiga skema mitigasi kendala bagi Jamaah Calon Haji (JCH) Jambi selama menjalankan haji nanti.
JCH asal Jambi akan bertolak ke tanah suci pada Mei mendatang. Kloter pertama asal Jambi rencananya akan diberangkatkan pada 5 Mei 2026.
“Kami menetapkan tiga skema krusial, yakni Murur, Tanazul Mina dan kebijakan DAM resmi,” kata Kepala Kanwil Kemenhaj Jambi, Wahyudi Abdul Wahab saat Rapat Koordinasi Strategis secara virtual belum lama ini.
Rapat tersebut diikuti petugas PPIH Arab Saudi asal Jambi, seluruh petugas kloter, serta pimpinan KBIHU se-Provinsi Jambi.
Tujuannya agar seluruh petugas memahami skema pelayanan terbaru tahun 1447 H/2026 M secara seragam.
Wahyudi menjelaskan, skema murur mengatur pergerakan jamaah dari Arafah melintasi Muzdalifah tanpa turun menuju Mina.
Hal itu untuk mengantisipasi kepadatan, khususnya bagi jamaah berisiko tinggi atau dengan keterbatasan fisik.
Sementara skema Tanazul Mina menetapkan lima kategori jamaah yang diperbolehkan tidak mabit di Mina, yaitu lansia, jamaah dengan risiko kesehatan, penyandang disabilitas, pendamping, serta kondisi kepadatan tenda.
Skema ini diharapkan meningkatkan kenyamanan dan keselamatan jamaah selama rangkaian ibadah haji.
“Kami juga menginstruksikan seluruh petugas untuk mengawal pembayaran DAM melalui saluran resmi yang ditunjuk Pemerintah Arab Saudi guna menjamin keamanan transaksi dan keabsahan syariat,” tambah Wahyudi.
Kabid Pelayanan Haji Kanwil Kemenhaj Jambi, Majdi, menegaskan koordinasi virtual tersebut merupakan strategi efisien untuk memastikan kesiapan mental dan pemahaman regulasi petugas menjelang keberangkatan.
Meski ketegangan geopolitik di Timur Tengah sempat meningkat, termasuk konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel, pemerintah memastikan kondisi di Arab Saudi tetap aman dan siap menerima jamaah haji Indonesia.
Menteri Haji dan Umrah RI, Irfan Yusuf, menyatakan seluruh tahapan persiapan telah rampung dan berjalan sesuai rencana.
“Seluruh persiapan di Saudi berjalan dengan baik dan dalam kondisi terkendali,” ujar Irfan, Selasa (31/3/2026).
Secara teknis, penerbitan visa jemaah telah mendekati 100 persen, menjadi indikator kesiapan administratif yang hampir rampung.
Sementara Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, saat ini berada di Arab Saudi untuk memantau langsung layanan dan fasilitas jemaah.
Pemerintah menegaskan tidak ada perubahan jadwal keberangkatan.
Jamaah haji Indonesia dijadwalkan mulai masuk asrama pada 21 April 2026, sebelum diberangkatkan secara bertahap ke Tanah Suci mulai 22 April 2026. (*)
Tingkatkan Kewaspadaan, PEP Jambi Bekali Warga Bajubang Hadapi Risiko Kebakaran
Komisi XII DPR RI Agendakan Investigasi Lapangan Soal Pemasangan Pipa Gas Jadestone
MPW PP Jambi Minta Komisi XII Panggil Jadestone Soal Pemasangan Pipa Gas
Wajah Ganda Ekonomi Merangin, Statistik Membaik, Struktur Tertinggal
Ivan Wirata Soroti Efek Domino Kenaikan Harga Elpiji Nonsubsidi
Hadapi Kemarau Ekstrem Tahun Ini, Ratusan Sumur Bor BRGM Harus Dievaluasi