ATM dan MBanking Tak Bisa Diakses, Sejumlah Kantor Bank Jambi Diserbu Nasabah

Selasa, 24 Februari 2026 - 15:41:46 WIB

Suasana pelayanan di Kantor Cabang Utama Bank Jambi di Buluran.
Suasana pelayanan di Kantor Cabang Utama Bank Jambi di Buluran.

 

IMCNews.ID, Jambi - Kabar bobolnya bank Jambi pada Minggu (22/2/2026) membuat nasabah cukup panik. Sejumlah kantor cabang Bank Jambi di Kota Jambi diserbu nasabah, Selasa (24/2/2026).

Ditambah lagi, nasabah tak dapat mengakses tabungannya lewat ATM maupun MBanking.

Pantauan di Kantor Cabang Pembantu Abdul Manaf, sejak pagi nasabah yang didominasi ASN memadati ruangan pelayanan untuk mengantre. Bahkan sekitar pukul 11.00 WIB, nomor antrean untuk ke teller bank telah habis.

Salah seorang nasabah asal Sarolangun yang ditemui di KCP Abdul Manap mengaku kehilangan saldo di rekeningnya senilai Rp24 juta.

“Saya sudah dihubungi CS-nya tadi mengabarkan kalau saldo saya juga berkurang. Tapi masalahnya buku tabungan saya di Sarolangun,” ungkap pria yang enggan disebut namanya itu di lokasi tersebut.

Kondisi yang sama juga terjadi di Kantor Cabang Utama Bank Jambi di kawasan Buluran. Mayoritas ASN mendatangi kantor tersebut.

Kepala Kantor Cabang Utama (KCU) Bank Jambi, Hery Gunawan saat dijumpai mengatakan bahwa ATM dan mbanking memang ditutup sementara untuk kepentingan identifikasi yang dilakukan tim siber Polda Jambi.

“Makanya jadi nasabah ramai datang. Wajar nasabah takut. Tapi tidak semua nasabah datang menarik uangnya,” ungkapnya.

Dia menegaskan bagi masyarakat yang saldonya terpotong akan menjadi tanggung jawab Bank Jambi untuk mengganti penuh tanpa syarat.

“Yang dilakukan nasabah cukup mencetak rekening korban. Kalau terpotong langsung lapor CS dan isi form pengajuan masalah. Nanti direkap dan akan dilaporkan ke OJK dan BI. Setelah ada petunjuk lanjutkan, baru kita laksanakan (pengembalian saldo),” jelasnya.

Menurutnya, sejauh ini tak ada kendala dalam pelayanan kepada nasabah. “Yang mau mengambil uang terlayani,” ungkapnya.

Heri menjelaskan saat untuk sementara ATM dan MBanking memang tak bisa diakses.

“Bukan sistem kami jelek tapi memang sedang ditutup untuk proses identifikasi, kalau sudah selesai maka akan dibuka kembali,” katanya.

“Kami bertanggung jawab penuh terhadap uang yang hilang. Karena ini masif kejadiannya makanya dibuat komitmen untuk menegaskan bahwa ini menjadi tanggung jawab kami,” tambahnya.

Terkait persoalan ini, Hery mengatakan bahwa bank Jambi juga akan mengambil langkah hukum.

“Direksi, komisaris, OJK dan tim Siber Polda Jambi sedang bekerja. Secepat mungkin akan diberi kepastian. Intinya kami akan bertanggung jawab,” tandasnya. (*)



BERITA BERIKUTNYA