IMCNews.ID - Vonis hukuman seumur hidup dijatuhkan pengadilan rakyat menengah Kota Xiamen, provinsi Fujian kepada mantan Menteri Kehakiman China, Tang Yijun.
Dia terbukti menerima suap mencapai 137 juta RMB (sekitar Rp330 miliar) dalam berbagai jabatan selama periode 2006-2022.
Media pemerintah China mewartakan jika Tang Yijun (64 tahun) menyalahgunakan jabatan dan pengaruhnya sebagai gubernur provinsi Liaoning (2017-2020).
Selain itu saat dia menjabat sebagai menteri kehakiman (2020-2023) untuk mencari keuntungan bagi sejumlah instansi dan individu.
Penyalahgunaan jabatan itu dia gunakan untuk urusan penawaran saham perdana perusahaan, pembelian kembali tanah, pinjaman bank, dan penanganan perkara.
Sebagai imbalannya, ia menerima suap senilai lebih dari 137 juta RMB.
Atas perbuatannya itu, pengadilan, Senin (2/2/2026) memutuskan Tang dipenjara seumur hidup.
Selain itu, hak politiknya juga dicabut, seluruh harta bendanya disita untuk negara dan kekurangan dari hasil korupsi yang belum tertagih akan terus dikejar.
Pengadilan menyatakan tindakan Tang merupakan tindak pidana suap dan layak mendapat hukuman berat karena jumlahnya "sangat besar" serta menyebabkan kerugian yang "luar biasa banyak" bagi negara dan rakyat.
Namun, pengadilan memberikan keringanan hukuman kepada Tang karena ia mengakui kejahatannya.
Dia disebut secara sukarela melaporkan banyak praktik suap yang sebelumnya tidak diketahui penyidik, serta aktif mengembalikan hasil kejahatan.
Tang adalah pria asal provinsi Shandong. Ia memulai kariernya pada Juli 1977 dan bergabung dengan Partai Komunis China (PKC) pada Oktober 1985.
Ia bertugas dalam berbagai jabatan di provinsi Zhejiang antara lain Wakil Sekretaris Komite Kota Ningbo Provinsi Zhejiang sekaligus Sekretaris Komisi Disiplin Kota, Wakil Sekretaris Komite Kota Ningbo serta Sekretaris Komite Politik dan Hukum.
Tang tercatat juga pernah menjabat sebagai Ketua CPPCC Kota Ningbo, Anggota Komite Tetap Komite Partai Provinsi Zhejiang sekaligus Sekretaris Komite Kota Ningbo selama puluhan tahun sebelum mulai bertugas di Liaoning pada awal 2017.
Di provinsi Liaoning, ia menjabat sebagai sebagai Wakil Sekretaris Komite Partai Provinsi Liaoning dan Gubernur Provinsi Liaoning dan Sekretaris Partai hingga akhirnya menjadi Menteri Kehakiman pada 2020.
Pada 2023, Tang terpilih sebagai ketua Komite Provinsi Jiangxi dari Majelis Konsultatif Politik Rakyat China (CPPCC). Sebelum menjabat di Jiangxi, ia menjabat sebagai menteri kehakiman.
Pada April 2024, Tang diselidiki atas dugaan pelanggaran serius terhadap disiplin partai dan hukum negara.
Enam bulan kemudian, ia dikeluarkan dari partai dan diberhentikan dari jabatan publik.
Pada Februari 2025, Tang didakwa atas tuduhan suap, dan pengadilan menggelar sidang terbuka pada 11 September 2025. (*)
Lebih Dari 10 Tahun Rusak, Kemas Faried Respon Keluhan Warga RT 17 Simpang Rimbo Soal Jalan
Menhut Minta Aparat Terkait Waspada, Tingkatkan Patroli di Wilayah Rawan Karhutla
BPOM Diminta Ambil Sampel dan Periksa Makanan MBG dari 46 SPPG di Kota Jambi Secara Berkala
Lepas 442 JCH Kloter BTH 19, Gubernur Ingatkan Jamaah Fokus Ibadah
Belasan Jurnalis Bersama Asian Agri Sambangi Kebun Mitra Swadaya