IMCNews.ID, Jakarta - Serangan Amerika Serikat terhadap Venezuela dengan menangkap Presiden negara tersebut, Nicolas Maduro dikhawatirkan akan menjadi gejolak dunia khususnya dalam bidang energi.
Makanya, pemerintah diminta untuk mengantisipasi gejolak harga minyak dan krisis energi menyikapi peristiwa yang terjadi.
Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno, serangan AS dapat mempengaruhi harga minyak global karena Venezuela merupakan salah satu pemasok minyak mentah di pasar global.
"Perlu ada tindakan antisipasi dari kementerian terkait melihat efek jangka pendek maupun jangka panjang dari situasi ini. Terutama kemungkinan kenaikan harga minyak dunia karena permintaan yang tinggi namun stok atau pasukan global berkurang," katanya.
Antisipasi yang tepat menurutnya dapat menyelamatkan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) dari dampak kerugian akibat potensi koreksi harga minyak dunia.
"Sebelum krisis ini merembet pada dampak yang meluas, antisipasi saat ini bisa dilakukan. Pilihan kebijakan yang relevan akan membantu menjaga sehatnya APBN kita," imbuhnya.
Pemerintah juga didorong agar mempercepat transisi menuju energi terbarukan dari sumber dalam negeri.
Sehingga, Indonesia tak lagi terlalu bergantung dengan pasokan dari negara lainnya. (*)
Kesiapan Program OPBM di Kota Jambi Tuai Kritikan, Transparansi Tarif Dipertanyakan
Program Magang Nasional 2026 Angkatan 2 Telan Uang Negara Hingga Rp4,2 Triliun
Soal Aktivitas Langsir BBM, Gubernur: Kalau yang Melanggar SPBU, Cabut Izinnya
Pengumuman Hasil Seleksi Jabatan di Pemprov Jambi Molor, Tunggu Verifikasi BKN
Gubernur Al Haris Hadiri Upacara Hari Bhayangkara ke-80, Apresiasi Pengabdian Polri
Divonis 10 Tahun Penjara dan Rp809 M Uang Pengganti, Nadiem Melawan: Saya Tidak Akan Berhenti
Pasal Penghinaan Lembaga Negara Hingga Pemidanaan Demonstran Paling Banyak Tuai Kritik