IMCNews.ID, Jakarta - Serangan Amerika Serikat terhadap Venezuela dengan menangkap Presiden negara tersebut, Nicolas Maduro dikhawatirkan akan menjadi gejolak dunia khususnya dalam bidang energi.
Makanya, pemerintah diminta untuk mengantisipasi gejolak harga minyak dan krisis energi menyikapi peristiwa yang terjadi.
Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno, serangan AS dapat mempengaruhi harga minyak global karena Venezuela merupakan salah satu pemasok minyak mentah di pasar global.
"Perlu ada tindakan antisipasi dari kementerian terkait melihat efek jangka pendek maupun jangka panjang dari situasi ini. Terutama kemungkinan kenaikan harga minyak dunia karena permintaan yang tinggi namun stok atau pasukan global berkurang," katanya.
Antisipasi yang tepat menurutnya dapat menyelamatkan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) dari dampak kerugian akibat potensi koreksi harga minyak dunia.
"Sebelum krisis ini merembet pada dampak yang meluas, antisipasi saat ini bisa dilakukan. Pilihan kebijakan yang relevan akan membantu menjaga sehatnya APBN kita," imbuhnya.
Pemerintah juga didorong agar mempercepat transisi menuju energi terbarukan dari sumber dalam negeri.
Sehingga, Indonesia tak lagi terlalu bergantung dengan pasokan dari negara lainnya. (*)
Kabut Asap Kian Pekat, PT SAS Bagikan 10.000 Masker untuk Warga Jambi
Jambi Dapat Bantuan Pembangunan 500 Titik Sumur Bor Tangani Karhutla
Gubernur Turun ke Sarolangun Tangani Karhutla, Minta Waterbombing untuk Pendinginan
Cuaca Kian Memburuk Dampak Kabut Asap, Siswa PAUD/TK hingga Kelas 2 SD Diliburkan
Bukan Cuma Pemadaman, Tata Air Gambut Harus Jadi Pertahanan Pertama Hadapi Karhutla
Pasal Penghinaan Lembaga Negara Hingga Pemidanaan Demonstran Paling Banyak Tuai Kritik