PSI Tegas: Tikus-Tikus Harus Disapu Bersih, Tak Peduli Siapa!

Kamis, 28 Agustus 2025 - 09:38:46 WIB

*) Oleh: Muhammad Rayhan Mahendra
*) Oleh: Muhammad Rayhan Mahendra

Korupsi bukan hanya kejahatan hukum, ia adalah pengkhianatan terhadap masa depan bangsa. Dan dalam wajah politik hari ini, pengkhianatan itu kerap dibungkus dalam solidaritas semu, loyalitas sempit, dan kalkulasi kekuasaan. Tapi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) hadir untuk mematahkan pola busuk itu.

PSI berdiri di atas fondasi yang tegas: politik bersih, transparansi total, dan nol toleransi terhadap korupsi. Bukan sekadar jargon, bukan retorika kampanye, tapi komitmen yang menjadi tulang punggung seluruh gerakan politik PSI sejak awal.

PSI Tidak Akan Bela Siapa Pun yang Menodai Prinsip

Beberapa waktu terakhir, publik dikejutkan oleh kabar bahwa Ketua DPW PSI Kalimantan Utara, inisial MP, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan gratifikasi dan suap terkait proyek pembangunan Gedung BPSDM. Dugaan aliran dana haram senilai Rp1,5 miliar mencoreng citra PSI di mata publik.

PSI menyikapi kasus ini dengan ketegasan penuh. Tidak ada pembelaan, tidak ada pembungkaman, tidak ada ruang kompromi.

PSI menegaskan bahwa siapa pun yang terlibat dalam praktik korupsi, tidak layak berdiri dalam barisan perjuangan partai.

Terlepas dari jabatan, status, atau kontribusinya di masa lalu, korupsi adalah garis merah yang tidak bisa dinegosiasikan.

Partai yang Berdiri di Atas Integritas Tak Boleh Lembek

PSI lahir dari keresahan anak-anak muda milenial dan Gen Z yang bosan melihat politik penuh tipu daya dan transaksi di balik layar. Generasi muda menginginkan partai politik yang berani berkata tidak pada pembusukan moral yang selama ini dianggap biasa.

Dalam semangat itu, PSI mengambil sikap yang jelas dan transparan:

• Mendukung penuh proses hukum terhadap kader yang terlibat kasus dugaan korupsi;

• Melakukan peninjauan internal menyeluruh terhadap struktur partai di wilayah terkait;

• Mengambil tindakan organisasi yang sepadan, tanpa menunggu tekanan publik.

PSI ingin memastikan bahwa politik masa depan tidak dibangun di atas kompromi kotor, tapi atas keberanian menegakkan nilai.

Tidak Ada Ruang untuk Tikus di Rumah PSI

PSI tidak gentar kehilangan satu dua orang, bahkan bila mereka pernah menjadi tokoh penting di daerah. Yang lebih penting adalah mempertahankan kepercayaan publik yang dibangun dengan susah payah.

PSI tidak membutuhkan kader yang cerdas tetapi culas.

Yang dibutuhkan PSI adalah kader yang berani jujur, konsisten, dan tahan godaan kuasa.

Partai Politik Harus Jadi Contoh, Bukan Komplotan

Selama ini publik kerap menilai partai politik sebagai “tempat aman” bagi para pelaku korupsi. PSI ingin mematahkan stigma itu. Partai harus menjadi benteng pertama dalam melawan korupsi, bukan pagar yang justru melindungi tikus.

Jika partai tutup mata saat kadernya menyeleweng, maka partai itu ikut bersalah. Tapi PSI memilih jalan berbeda: berani menyapu tikus dari dalam rumahnya sendiri.

PSI percaya bahwa keberanian bersih dari dalam adalah fondasi untuk membawa perubahan yang nyata bagi negeri ini.

Inilah Politik Baru

PSI tidak sedang mencari jalan mudah. Tidak sedang berlomba populisme. PSI memilih jalur yang mungkin sepi, mungkin berat, tapi benar: politik yang bersih dan berani menolak kecurangan, siapa pun pelakunya.

Generasi muda menaruh harapan pada partai yang jujur, berani, dan tidak basa-basi saat berhadapan dengan realitas pahit. Dan PSI siap menjawab harapan itu—dengan tindakan, bukan sekadar kata-kata.

Karena bagi PSI, tidak ada tempat bagi koruptor, bahkan jika itu berasal dari dalam rumah sendiri. Tikus harus disapu bersih. Titik.

*) Penulis adalah simpatisan PSI



BERITA BERIKUTNYA