Tradisi Budaya Khas Kerinci, Kenduri Sko Didorong Masuk Agenda KEN 2026

Minggu, 03 Agustus 2025 - 14:20:56 WIB

 

IMCNews.ID, Jambi - Kenduri Sko, salah satu tradisi budaya khas Jambi, asal Kabupaten Kerinci didorong agar masuk dalam agenda Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026 yang ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata.

Gubernur Jambi, Al Haris saat membuka secara resmi Festival Batanghari Tahun 2025 dengan mengusung tema "Semakin dilestarikan, Semakin Mensejahterakan", bertempat di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Putri Pinang Masak, Pasar Kota Jambi, Sabtu (02/08/2025) malam menyatakan itu.

"Tujuan utama dari festival ini jelas, yaitu tidak hanya menampilkan seni dan budaya, tetapi juga memberdayakan UMKM, serta memperkuat semangat kita dalam melestarikan budaya. Besok, akan ada parade perahu hias di Sungai Batanghari. Kami berharap, dengan mengingat sejarah kejayaan kita di masa lalu, di mana sungai menjadi urat nadi ekonomi, jalur rempah-rempah, dan pusat perdagangan, kita dapat memastikan bahwa warisan ini tetap lestari dan dicintai oleh generasi penerus,” katanya.

KEN memberikan dampak yang signifikan. Kehadiran KEN di tengah masyarakat, yang difasilitasi oleh Kementerian Pariwisata, sangat krusial dalam upaya pengembangan pariwisata di tingkat kabupaten/kota.

“Kami berharap Ibu Menteri dapat mempertimbangkan usulan ini. Kenduri Sko juga memiliki nilai historis dan jumlahnya signifikan di Kerinci. Kami berencana untuk menyelenggarakan Kenduri Sko akbar, yang diharapkan dapat menjadi tambahan KEN di masa mendatang, sehingga jumlahnya bertambah dari dua menjadi tiga," ujarnya.

Gubernur Al Haris juga mengatakan, Festival Batanghari mengangkat riwayat kemasyhuran Sungai Batanghari yang menjadi jalur perdagangan dan transportasi yang penting sejak ratusan tahun lalu.

Menghubungkan wilayah hulu dan hilir, memudahkan rempah, emas, dan hasil bumi lainnya ke jalur internasional.

Selain sebagai kawasan perdagangan, kompleks Candi Muaro Jambi menjadi saksi bahwa Sungai Batanghari adalah kawasan yang pernah menjadi pusat pendidikan agama Budha dan pusat intelektual, yang tentu saja memiliki relasi internasional. Meski belum sepopuler sungai-sungai besar lain di dunia, seperti Sungai Nil atau Sungai Gangga, Sungai Batanghari menambah bukti bahwa peradaban besar bisa tumbuh dari sungai.

"Oleh karena itu, saya berharap event Festival Batanghari ini dapat menjadi panggilan bagi seluruh masyarakat Provinsi Jambi untuk menjadi pelaku perubahan, bukan hanya menjadi penonton. Setiap tarian, nyanyian, dan tradisi yang diangkat dan disajikan dalam kegiatan ini adalah cerminan dari kekayaan warisan negeri kita, sekaligus potensi luar biasa yang dimiliki, yang harus kita optimalkan untuk kemajuan dan kemakmuran bersama," katanya.

Sebelumnya, Menteri Pariwasata RI yang diwakili oleh Asisten Deputi Peningkatan Kapasitas SDM Industri, Faisal mengapresiasi penyelenggaraan Festival Batanghari yang kembali terpilih dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) 2025.

"Kami menegaskan komitmen untuk terus mendorong promosi potensi wisata alam, sejarah, dan budaya Jambi. Peningkatan intensitas penyelenggaraan festival sebagai instrumen strategis untuk meningkatkan citra positif pariwisata daerah akan terus dioptimalkan. Pelaksanaan festival dengan konsep kapal hias, sebagai simbol sejarah dan peran vital Sungai Batanghari sebagai urat nadi kehidupan sejak masa Kerajaan Melayu Jambi hingga saat ini," ujarnya. (*)



BERITA BERIKUTNYA