IMCNews.ID, Batanghari – Kesal, akhirnya warga Desa Sukaramai, Kecamatan Tembesi, Kabupaten Batanghari menahan sejumlah tongkang batubara, Senin (28/4/2025) kemarin.
Aksi itu dilakukan warga sebagai bentuk protes atas dampak lingkungan yang ditimbulkan aktivitas parkir tongkang.
Warga mengeluhkan abrasi yang merusak lahan di sepanjang bantaran sungai. Selain itu warga juga menuntut adanya ganti rugi dari pihak perusahaan.
Ditpolairud Polda Jambi langsung berkoordinasi dengan Babinsa, Polsek Tembesi, dan Kepala Desa Sukaramai serta Polres Batanghari untuk meredam emosi warga.
Polisi melakukan mediasi dan mempertemukan kedua belah pihak dalam upaya mencari solusi bersama.
“Kami mengutamakan langkah-langkah persuasif dan mediasi agar ketegangan tidak berlarut dan suasana tetap kondusif,” tegas AKBP Ade Candra, Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Jambi.
Dalam proses mediasi, belum tercapai kesepakatan final antara warga dan perusahaan. Namun dia mengatakan pihaknya masih akan berupaya agar persoalan itu dapat diselesaikan melalui jalur musyawarah, sehingga tidak menimbulkan dampak sosial yang lebih luas di kemudian hari. (*)
Pertamina EP Bantu Padamkan Lima Titik Kebakaran Lahan di Jambi
Sambangi Korban Kebakaran di Tanjabtim, Gubernur Bantu Biaya Pembangunan Rumah
Karhutla Jambi Kian Meluas, Hotspot Capai 4.412 Titik, 954 Hektare Lahan Terbakar
Kabut Asap Kian Pekat, PT SAS Bagikan 10.000 Masker untuk Warga Jambi
Jambi Dapat Bantuan Pembangunan 500 Titik Sumur Bor Tangani Karhutla
TNI AL Gagalkan Penyelundupan Ratusan Ribu Benih Lobster Bernilai Rp38 Miliar di Perairan Jambi