IMCNews.ID, Jambi - Banjir Kota Jambi disebut disebabkan berkurangnya daerah resapan air dan penyempitan alur anak sungai. Hal ini disampaikan oleh Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jambi.
"Wilayah tangkapan air makin berkurang dan tata ruang yang kurang sesuai. Daerah yang seharusnya menjadi resapan malah didirikan bangunan," kata Direktur Walhi Jambi, Abdullah.
Pembangunan perumahan ikut menjadi pemicu dalam persoalan ini. Selain itu aliran sungai di wilayah hulu Kota Jambi akhir-akhir ini sudah banyak dijadikan perumahan.
Oleh sebab itu, saat hujan tiba dengan intensitas tinggi air tidak tertampung lagi. Pasalnya anak sungai dan rawa-rawa yang seharusnya menjadi resapan dan tangkapan air tidak berfungsi secara optimal.
Dia mengaku Walhi pernah membuat analisis terkait penyebab banjir di Kota Jambi. Selain permasalahan itu, banjir di kota disebabkan juga oleh ukuran drainase (sistem pembuangan air) yang semakin hari semakin mengecil akibat timbunan sampah dan lumpur yang masuk ke dalamnya.
Abdullah turut menyinggung jalan ambles yang terjadi di Kabupaten Bungo beberapa waktu lalu. Dia menilai permasalahan di hulu menjadi faktor utama.
Tangkapan air di daerah hulu sudah banyak berkurang, akibat kegiatan tambang dan pembukaan lahan perkebunan.
Sehingga saat hujan datang, air mengalir deras menghantam badan jalan yang menyebabkan ambles hingga memutus jalan utama.
"Faktor yang paling mempengaruhi terhadap terjadinya bencana itu akibat aktifitas manusianya sendiri," tandasnya. (*)
Jalin Sinergi, Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Sambangi KI
Gubernur Al Haris Serahkan Keputusan Tapal Batas Batang Hari-Muaro Jambi ke Kemendagri
Daftar 29 Nama Peserta Lelang Jabatan Eselon II di Lima OPD di Pemprov Jambi
Lapas Jambi Musnahkan Puluhan Ponsel Hasil Razia Blok Hunian Warga Binaan
Pelatihan Vokasi Kembali Dibuka Untuk 30 Ribu Peserta, Gratis dan Bersertifikat BNSP
Sekda Sudirman Lepas JCH Jambi Kloter 23, Doakan Keselamatan dan Kemudahan
Insentif Tarif Listrik Dorong Deflasi Bulanan Provinsi Jambi