Penyempitan Alur Sungai dan Daerah Resapan Air Beralih Fungsi Jadi Biang Banjir di Kota Jambi

Kamis, 13 Maret 2025 - 04:31:32 WIB

IMCNews.ID, Jambi - Banjir Kota Jambi disebut disebabkan berkurangnya daerah resapan air dan penyempitan alur anak sungai. Hal ini disampaikan oleh Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jambi.

"Wilayah tangkapan air makin berkurang dan tata ruang yang kurang sesuai. Daerah yang seharusnya menjadi resapan malah didirikan bangunan," kata Direktur Walhi Jambi, Abdullah.

Pembangunan perumahan ikut menjadi pemicu dalam persoalan ini. Selain itu aliran sungai di wilayah hulu Kota Jambi akhir-akhir ini sudah banyak dijadikan perumahan.

Oleh sebab itu, saat hujan tiba dengan intensitas tinggi air tidak tertampung lagi. Pasalnya anak sungai dan rawa-rawa yang seharusnya menjadi resapan dan tangkapan air tidak berfungsi secara optimal.

Dia mengaku Walhi pernah membuat analisis terkait penyebab banjir di Kota Jambi. Selain permasalahan itu, banjir di kota disebabkan juga oleh ukuran drainase (sistem pembuangan air) yang semakin hari semakin mengecil akibat timbunan sampah dan lumpur yang masuk ke dalamnya.

Abdullah turut menyinggung jalan ambles yang terjadi di Kabupaten Bungo beberapa waktu lalu. Dia menilai permasalahan di hulu menjadi faktor utama.

Tangkapan air di daerah hulu sudah banyak berkurang, akibat kegiatan tambang dan pembukaan lahan perkebunan.

Sehingga saat hujan datang, air mengalir deras menghantam badan jalan yang menyebabkan ambles hingga memutus jalan utama.

"Faktor yang paling mempengaruhi terhadap terjadinya bencana itu akibat aktifitas manusianya sendiri," tandasnya. (*)



BERITA BERIKUTNYA