IMCNews.ID, Jambi - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih menjadi fenomena yang kerap terjadi Indonesia, terlebih jika memasuki musim kemarau, seperti yang selalu terjadi di Provinsi Jambi.
"Pemprov minta penambahan anggaran rp900 juta untuk karhutla ini kalau memang diperlukan tidak apa-apa dan akan kita kawal," kata Pinto.
Doa berharap ke depan karhutla dikawal seutuhnya. Jangan hanya simbolis saja.
"Apalagi perusahaan-perusahaan nasional yang ada di Provinsi Jambi memanfaatkan momentum sengaja untuk membakar lahan mereka agar lebih cepat dan efisiensi bagi perusahaan," katanya.
Dia menyatakan bahwa dirinya paham betul modus-modus dengan sengaja membakar lahan yang yang ratusan hektar tetapi berlindung di balik Karhutla.
"Maka yang benar-benar harus diproses adalah perusahaan yang memanfaatkan momentum bukan masyarakat yang hanya mencari sesuap nasi untuk kehidupan keluarga," ujarnya.
Selain itu, Pemprov juga harus edukasi masyarakat jangan hanya solusi reaktif. Berikan edukasi kepada masyarakat mengenai dampak yang diakibatkan jika terjadi karhutla, dan menyelenggarakan pertemuan bersama perangkat desa dan masyarakat guna memberikan pemahaman terhadap risiko dari terjadinya karhutla.
"Jelaskan tata cara pembukaan lahan, diantaranya tidak dengan cara membakar hutan dengan sengaja," ungkapnya.
Dia meminta aparat terkait untuk bersikap tegas kepada oknum yang tidak mematuhi larangan membakar hutan dan lahan.
"Seperti melakukan tindakan penangkapan dan pemberian sanksi tegas sesuai peraturan perundangan yang berlaku, mengingat karhutla sering terjadi berulang, sehingga diperlukan penegakan hukum yang tidak pandang bulu guna menekan terjadinya karhutla di wilayah Jambi," tandasnya. (*)
Gubernur Al Haris Apresiasi Bhayangkara Presisi Job Fair dan Bazaar UMKM Polda Jambi
Produktivitas Industri Topang Kenaikan BI Rate Jadi 5,75 Persen, Rupiah Menguat
Pemerintah Kembali Berikan Diskon Tarif Transportasi, Kali Ini Dalam Momen Libur Sekolah
Selat Hormuz Bisa Dilewati Tanpa Biaya Selama 60 Hari, Ditanggung Iran
Gubernur Al Haris: ISMI Jadi Wadah Pengabdian untuk Membangun Jambi
Cegah Konflik Suku Anak Dalam, Edi Purwanto Konsepkan Kawasan Bagi SAD