IMCNews.ID, Jakarta - Kabar akan mundurnya Menkopolhukam, Mahfud MD dari jabatannya direspon oleh Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Sebagaimana diketahui, Mahfud saat ini maju sebagai Calon Wakil Presiden (Cawapres) mendampingi Ganjar Pranowo.
Wapres mengatakan ada dua opsi nantinya yang harus diambil Presiden Jokowi jika Mahfud benar-benar mundur. Pertama, menunjuk Menkopolhukam defenitif yang baru atau menunjuk pejabat sementara.
"Presiden akan mempertimbangkan apa memang perlu Menko baru atau sementara dijabat oleh sampai akhir, itu hak prerogatif Presiden," katanya dilansir dari CNN Indonesia dikutip Minggu (28/1/2024).
Soal rencana mundurnya Mahfud, Wapres mengatakan itu adalah haknya. Dia tak mempersoalkan keputusan Mahfud tersebut.
"Saya kira seperti dikatakan Presiden ya kalau seseorang mau mundur kan memang haknya, seorang menteri mundur itu kan haknya. Jadi tidak ada masalah," ujar Ma'ruf.
Namun dia berharap jika Mahfud benar mundur tak akan ada gangguan di kabinet Indonesia Maju.
Sebelumnya Mahfud sempat menyampaikan akan mundur dari jabatannya. Dia merasa lebih leluasa sebagai Cawapres ketika tidak lagi di dalam Kabinet.
"Saya merencanakan mengundurkan diri sebenarnya sudah lama ketika akan mulai debat pertama," kata Mahfud Md. usai acara diskusi Tabrak Prof di Semarang, Jawa Tengah pada 22 Januari lalu. (*)
Berujung Damai, SAD Sepakat Tak Lagi Ambil Sawit di Lahan PT SAL dan Tinggalkan Kecepek
KABAR DUKA! Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Tutup Usia Akibat Serangan Jantung
Polisi Bongkar Produksi dan Peredaran Kosmetik Ilegal Mengandung Merkuri
Gubernur Al Haris Dorong HKTI Jadi Lokomotif Gerakan Pangan di Jambi