Survei LSI Denny JA, Elektabilitas Gerindra Tertinggi Diikuti PDIP

Jumat, 22 Desember 2023 - 11:31:03 WIB

Hanggoro Doso Pamungkas.
Hanggoro Doso Pamungkas.

IMCNews.ID, Jakarta- Elektabilitas Gerindra pada pemilu 2024 berada di posisi tertinggi, yakni di angka 19,5 persen berdasarkan survei yang dilakukan oleh LSI Denny JA. Posisi elektabilitas Gerindra diikuti oleh PDIP di angka 19,3 persen yang menempati posisi kedua.

Survei ini dilakukan pada periode 20 November-3 Desember 2023 dengan total jumlah responden sebanyak 1.200 orang. Metodologi yang digunakan adalah multistage random sampling dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara tatap muka dengan menggunakan kuisioner. 

Margin of error dari survei ini kurang lebih 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan di 95 persen. Direktur LSI Denny JA, Hanggoro Doso Pamungkas, menyampaikan, survei itu bertajuk 'Akhir Dominasi PDIP?'. Tajuk itu diambil sebab menjadi sejarah baru untuk pertama kalinya Gerindra meraih hasil tertinggi.

"Telah kita dapatkan bahwa pertama kalinya sejak 2014 PDIP dilampaui Gerindra, di mana datanya kita dapati Gerindra capai 19,5 persen disusul PDIP 19,3 persen," sebutnya.

Menurut dia, berdasarkan pantauan sejak awal Januari 2023 memang ada fluktuasi elektabilitas antara Gerindra dan PDIP. Dia menyebut, pada Januari, elektabilitas Gerindra mencapai 11,2 persen, kemudian turun menjadi 8,9 persen pada bulan Mei. 

Kemudian elektabilitas Gerindra kembali naik menjadi 9,1 persen pada bulan Juni, 14,9 persen pada bulan Juli, 15,7 persen pada bulan Agustus, 13,8 persen pada bulan September, 16,9 persen pada bulan Oktober, dan naik menjadi 19,5 persen pada bulan November.

Jika melihat perolehan survei yang mereka lakukan pada Pileg 2014 dan 2019, PDIP memang unggul di atas Partai Gerindra. Pada pileg 2014 perolehan suara PDIP sebagai partai pemenang sebesar 18,9 persen. Sementara pada Pileg 2019 PDI meraup suara sebesar 19,33 persen.

Dia menyebut, jika suasana tidak berubah, maka Pileg 2024 akan dimenangkan oleh Partai Gerindra yang dikomandoi oleh Capres nomor urut dua, Prabowo Subianto.

"Jika suasana tidak berubah, apakah itu menjadi jawaban atau sebuah hal baru PDIP tidak lagi menguasai parlemen dan kalahkan partai-partai lainnya atau gagal hatrick," sebutnya. (*)



BERITA BERIKUTNYA