IMCNews.ID, Jambi - Dalam tiga hari belakangan, jumlah hotspot (titik panas) di Provinsi Jambi meningkat tajam. Sebanyak 400 hotspot terpantau muncul dampak dari fenomena El Nino atau kemarau panjang.
Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Sultan Thaha, Provinsi Jambi, pada bulan Oktober 2023, secara keseluruhan tercatat ada sebanyak 998 hotspot yang terpantau.
Angka ini mengalami kenaikan yang cukup mencolok jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Sementara 3.329 titik panas terpantau dari Januari sampai Pertengahan Oktober 2023.
Kabupaten Batanghari menjadi daerah yang paling banyak menyumbang titik panas selama bulan Oktober, diikuti oleh Kabupaten Sarolangun, Merangin, dan Tebo.
Kurangnya curah hujan dan cuaca panas yang terus berlanjut telah menciptakan kondisi yang mendukung peningkatan hotspot.
Koordinator Informasi dan Data BMKG Provinsi Jambi, Annisa Fauziah, menjelaskan bahwa situasi ini memerlukan perhatian serius.
Peningkatan jumlah hotspot dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan, yang dapat menyebabkan dampak ekologis yang signifikan.
"Selain itu, asap dan partikel berbahaya yang dihasilkan oleh kebakaran dapat merusak kualitas udara dan mengancam kesehatan manusia," katanya.
Kemarau panjang dan cuaca panas yang berkelanjutan telah membuat titik-titik panas lebih mudah terpantau oleh BMKG Provinsi Jambi.
Oleh karena itu, para pihak terkait di Provinsi Jambi perlu meningkatkan kewaspadaan dan tindakan pencegahan yang lebih intensif untuk mengatasi potensi bencana yang disebabkan oleh peningkatan titik panas ini. (*)
Program Magang Nasional 2026 Angkatan 2 Telan Uang Negara Hingga Rp4,2 Triliun
Soal Aktivitas Langsir BBM, Gubernur: Kalau yang Melanggar SPBU, Cabut Izinnya
Pengumuman Hasil Seleksi Jabatan di Pemprov Jambi Molor, Tunggu Verifikasi BKN
Gubernur Al Haris Hadiri Upacara Hari Bhayangkara ke-80, Apresiasi Pengabdian Polri
Divonis 10 Tahun Penjara dan Rp809 M Uang Pengganti, Nadiem Melawan: Saya Tidak Akan Berhenti
Siswa PAUD hingga SMP di Kota Jambi Kembali Dirumahkan, Jalani Pembelajaran Jarak Jauh