IMCNews.ID, Jambi - Peluncuran angkutan masal atau angkutan kota (angkot) modern di Kota Jambi masih mengunggu landasan hukum.
Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Siginjai Sakti yang mendapat tugas untuk mengelola angkot tersebut tengah menunggu kepastian dari Pemerintah Kota Jambi.
Pasalnya BUMD Siginjai Sakti hingga kini belum menerima surat tugas dari Pemkot Jambi untuk melaksanakan bisnis angkot modern itu.
Direktur BUMD Siginjai Sakti, Petri Ramlie mengaku, saat ini memang bisnis angkot yang akan dikelola pihaknya itu sedang dalam proses.
"Artinya ada yang kami tunggu. Menunggu surat penugasan dari Pemkot Jambi untuk melakukan itu. Tidak bisa ditugaskan secara lisan saja, harus ada surat penugasan, karena dari situlah titik nolnya," kata Petri Ramlie.
Dijelaskan Petri, dalam hitungan bisnis, mengelola angkot ini harus ada subsidi. Jika tidak, maka BUMD Siginjai Sakti akan merugi.
"Dalam hitungan kami itu bisnis rugi. Sementara aturan mengaharuskan pemerintah khususnya Pemkot Jambi untuk melaksanakan angkutan publik," imbuhnya.
"Dalam kajian kita, kondisi sekarang itu adalah bisnis rugi. Karena wajib, maka pemerintah harus memberi subsidi, itu tugas pemerintah menghitung subsidinya," tambah Petri.
Saat ini sebut Petri, pihaknya belum bisa melakukan apa-apa, karena belum ada surat penugasan.
"Kami belum bisa mengeluarkan uang, belum bisa melaksankan pemesanan dan lainnya untuk angkutan publik ini," ujarnya.
Dijelaskan Petri, untuk modal sudah tersedia di BUMD Siginai Sakti dari Pemkot Jambi.
"Kami berinvestasi dengan modal itu, perlu teliti menghitungnya," katanya.
Sementara Kepala Dinas Perhubungan Kota Jambi, Saleh Ridho mengaku, terkait angkutan masal ini memang masih dalam proses. Terutama landasan hukumnya.
"Hitungan susbsidinya juga sedang dirampungkan, nanti baru dikakukan pengadaan di BUMD Siginjai Sakti," kata Saleh.
Dalam rencana sebut Saleh, tahap awal ini akan dilakukan pembelian 20 unit angkot. Nantinya angkot tersebut akan melintas di dua trayek.
"Dari terminal Alam Barajo hingga terminal Rawasi, melintasi Sipin dan Simpang Kawat, karena daerah itu yang banyak penumpang. Terminal utamanya tetap Rawasari," pungkasnya. (*)
Kabel Transmisi Putus di Mestong Jambi Penyebab Blackout Listrik Sumatera
Makna Berkurban Idul Adha di Tengah Kesenjangan Sosial di Jambi
KABAR DUKA! Seorang Jamaah Haji Asal Jambi Meninggal Dunia di Makkah
Sepanjang Triwulan Pertama 2026 Ditemukan 1.443 Orang Dipasung Akibat Masalah Kesehatan Mental
Listrik se-Sumatera Padam Total, Pemerintah Didesak Audit Menyeluruh PLN