IMCNews.ID, Jambi - Operasi Ketupat 2023 telah resmi berakhir pada Senin, 01 Mei 2023 pukul 00.00 WIB. Laporan dari Posko Operasi Ketupat 2023, terdata laka lantas mengalami kenaikan sebanyak 38,5 persen.
Kapolda Jambi Irjen Pol. Rusdi Hartono melalui Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Mulia Prianto menyampaikan, pada Operasi Ketupat tahun 2022 lalu terjadi 13 kasus lakalantas.
Sedangkan tahun 2023 ini terjadi 18 kejadian yang tersebar di berbagai wilayah hukum Polda Jambi.
Dari 18 kasus tersebut, menurut Mulia, wilayah yang tertinggi terjadinya laka lantas yaitu di Kabupaten Bungo dan Kabupaten Merangin.
Kedua wilayah tersebut memang merupakan jalur lintas Sumatera.
Selain jumlah kasus, korban yang meninggal dunia akibat laka lantas tersebut juga meningkat.
"Korban meninggal dunia pada tahun 2022 4 orang. Sedangkan tahun 2023 terdata ada 9 orang. Persentase korban meninggal dunia pada laka lantas juga mengalami kenaikan," ungkap Mulia.
Sementara itu, tindak kejahatan juga mengalami kenaikan dibandingkan tahun lalu.
Kasus terbanyak terjadi di Kabupaten Kerinci, yakni 18 kasus dan di Kabupaten Merangin 16 kasus.
Sedangkan kejadian menonjol selama Operasi Ketupat 2023, yakni adanya penumpang bus ALS yang meninggal dunia di rumah makan di Kecamatan Singkut Kabupaten Sarolangun.
"Walaupun pada tahun 2023 ini kejadian laka lantas mengalami kenaikan, namun arus mudik dan balik sangat lancar. Situasi Kamtibmas juga terkendali. Tidak ada kejadian yang membuat resah masyarakat. Ke depan kita akan selalu waspada dan terus berbenah agar lebih baik lagi," pungkas Mulia. (*)
Sebut Dakwaan Jaksa Soal Pemerasan Rp55 Miliar Kabur, Febrie Minta Dibebaskan
DPRD Desak Pemprov Jambi Siapkan Usulan Pengelolaan Mangrove dan Gambut Terpadu
Gubernur Tekankan Hut Ke-27 Sarolangun Harus Jadi Momen Evaluasi
Proyeksi Pendapatan dan Target Jaminan Kesehatan dalam Perubahan RPJMD Disorot
Perkuat Sinergitas, Sat Brimob Polda Jambi Silaturahmi Bersama Pengurus SMSI Provinsi Jambi