IMCNews.ID, Jambi - Sekda Provinsi Jambi, Sudirman menyampaikan, penyerapan APBD 2022 dipastikan tidak akan mencapai 100 persen. Hingga Oktober, realisasi serapan APBD baru 70 persen. Menurut Sudirman, ada beberapa kendala hingga menyebabkan realisasi anggaran ini rendah.
"Penyebabnya ada banyak kegiatan yang menyangkut dana Dumisake yang belum dipahami secara optimal oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan jajarannya. Sehingga keterlambatan-keterlambatan itu juga berakibat adanya SILPA (Sisa Lebih Penggunaan Anggaran)," katanya, Selasa (15/11/2022).
Sudirman menyebutkan ada beberapa anggaran di OPD yang tidak memungkinkan untuk direalisasikan.
"Ada beberapa OPD yang sudah melaporkan ke kami tidak bisa direalisasikan. Contohnya alokasi anggaran tiga bulan yang kita siapkan untuk tenaga PPPK. Kita wajib menganggarkan itu. Dan kita sudah anggarkan. Ternyata tidak bisa direalisasikan, sehingga itu menjadi SILPA," jelasnya.
Sudirman belum bisa memastikan angka Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) tersebut.
"Termasuk ada dana transfer yang kita prediksi keluar di tahun 2023, ternyata keluar tahun 2022. Tentu itu menambah SILPA kita," katanya.
Sudirman mengatakan dana SILPA dipersiapkan untuk pembayaran alokasi gaji dan tunjangan di awal tahun 2023. (IMC01)
MK Putuskan Gugatan Soal Ijazah Gibran Tak Dapat Diterima, Tapi…
Satgas Kerahkan Waterbombing dan Alat Berat Atasi Karhutla Tahura Orang Kayo Hitam
Soal Anggaran, Al Haris Ingatkan OPD Untuk Fokus, Efektif, Efisien dan Berdampak
Program Pemutihan Pajak Kendaraan Diperpanjang Sampai Akhir Tahun
Jarak Pandang Minim, Sejumlah Penerbangan Menuju Bandara Jambi Tertunda
Pemprov Jambi Gandeng LAN RI Cetak Aparatur Berkualitas hingga Tingkat Desa
Berkeliaran di Jam Sekolah, Puluhan Pelajar Diamankan Satpol PP