IMCNews.ID, Muarabulian - Persoalan lahan di areal PT Restorasi Ekosistem Indonesia (Reki), Desa Bungku, Kecamatan Bajubang, Batanghari kembali pecah.
Bentrok antar warga akibat persoalan itu kembali terjadi hingga dikabarkan ada belasan rumah petani dibakar. Peristiwa ini terjadi Minggu 9 Oktober 2022 lalu.
Hingga Selasa (11/10/2022) kemarin, situasi di lokasi kejadian masih mencekam. Kasus tersebut kini sedang ditangani oleh Polres dan Pemkab Batanghari. Untuk menyelesaikan konflik tersebut, tim terpadu (timdu) menggelar rapat di Polres Batanghari.
Kapolsek Bajubang, Iptu Frans Sipayung mengaku belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut terkait konflik di areal PT Reki tersebut.
“Kami belum bisa memberikan informasi. Siang ini, pukul 14.30 Wib akan dilakukan rapat Timdu di Polres Batanghari,” katanya, Selasa siang.
Sementara itu, Direktur Operasional PT Reki, Adam Aziz menyatakan keributan terjadi antar sesama warga yang mengklaim lahan di areal konsesi PT Reki. “Mereka rebutan dan saling intimidasi di lapangan. Kita pun tidak tahu kejadiannya,” kata Adam, Selasa (11/10/2022).
Adam lalu mengirim kronologi yang dibuat oleh Rimbayadi, Ketua RT 45 Desa Bungku, lokasi kejadian.
Dari kronologi itu diketahui bentrok terjadi antara kelompok Lina Simanjuntak dan Hasan Siregar. Pemicunya diduga karena berebut wilayah klaim lahan di dalam konsesi PT Reki.
Peristiwa keributan terjadi pada Minggu (9/10) lalu di Simpur Rejo yang masuk ke dalam wilayah administrasi RT 45 Dusun Tanjung Mandiri.
Para korban disebut-sebut anggota dan binaan Serikat Petani Indonesia (SPI). Ketua SPI Jambi Sarwadi mengakui adanya intimidasi dan penyerangan terhadap anggota dan petani binaannya.
“Data yang kita dapat, 19 rumah yang dibakar,” kata Sarwadi.
Menurut dia, saat kejadian, para petani sedang tidak berada di rumah. Kebetulan, sekitar pukul 13.00 WIB hari itu ada rapat anggota SPI di Unit 22 Bahar Selatan, Muarojambi, kota kecamatan terdekat dari kawasan itu. Dia meminta polisi mengusut tuntas kasus ini.
Situasi terkini, tambah Sarwadi, anggota dan binaan SPI yang diintimidasi masih ketakutan dan mengungsi ke rumah kerabat dan keluarga. Dia menambahkan, suasana di lokasi masih mencekam. (*)
Siginjai Fest 2026 Bakal Hadirkan Aisah Dahlan, Habib Ja’far hingga Hanan Attaki
Gubernur Al Haris Bangga Sungai Penuh dan Tebo Dapat Apresiasi dari Pusat
PDAM Tirta Muaro Jambi Diadukan ke YLKI Terkait Layanan dan Kualitas Air
Indonesia Impor 150 Juta Barel Minyak Dari Rusia Bertahap Hingga Akhir 2026
Berkas Ferdy Sambo Cs Dilimpahkan ke Pengadilan Jakarta Selatan