Sopir Angkutan Batu Bara Keluhkan Pungli di Jalan

Rabu, 12 Oktober 2022 - 09:56:59 WIB

IMCNews.ID, Jambi - Persoalan angkutan batu bara bukan hanya dirasakan masyarakat saja. Sopir angkutan batu bara juga mengeluhkan kondisi di lapangan.

Selain jalur yang dilalui mengakut batu bara makin jauh (Muarabulia-Panerokan-Tempino-Pal 10), kondisi jalan pun sangat parah. Sehingga biaya yang mereka keluarkan di jalan makin besar. 

Kondisi ini makin diperparah lagi makin banyaknya armada yang beroperasi. Sehingga kondisi jalan makin padat dan menyebabkan kemacetan. 

Selain itu, para sopir truk juga harus mengeluarkan biaya ekstra untuk membayar pungutan liar (pungli) di sepanjang jalan yang mereka lalui. 

‘’Kita sebenarnya sudah lelah jugo bang. Dulu sehari kita bisa jalan satu trip. Tapi sekarang dak biso lagi. Nyari satu trip bae butuh waktu duo hari. Kito sepanjang hari harus tiduk di jalan. Tapi mau bagaimana lagi. Kita hidup dari narik batubara ini,’’ kata Yanto salah satu sopir angkutan batu bara.

Dia mencontohkan kejadian Senin (10/10/2022) kemarin. Sejak subuh hingga malam terjadi kemacetan dari ruas jalan Tempino ke Talang Dulu. 

Selain BBM, mereka juga banyak habis biaya di jalan. Memang pantauan Jambi One, hingga pukul 20.00 Wib, Senin malam Jalan lingkar Selatan dari arah Pal 10 masih macet parah. 

Sopir lainya mengatakan, sepanjang jalan yang mereka lalui juga banyak yang melakukan pungli. Mulai dari oknum aparat hingga warga. 

‘’Di setiap titik jalan rusak biasanya selalu ada saja yang menyodorkan kotak sumbangan. Ada juga oknum aparat yang harus kita setor sebagai biaya keamanan,’’ kata sopir yang minta namanya tidak ditulis. 

Menurut dia, saat ini armada yang beroperasi juga sudah over. Bahkan, banyak juga truk berplat luar Jambi yang beroperasi mengakut batubara di Jambi. 

‘’Jadi sekarang ini semakin berat. Kita minta pemerintah dan aparat kepolisian menertibkan angkutan berplat luar Jambi tersebut. Juga menindak aktivitas pungli di sepanjang jalur lintas angkutan batubara,’’ katanya. (*)



BERITA BERIKUTNYA