Hujan Es Terjadi di Kerinci

Senin, 15 Agustus 2022 - 08:09:15 WIB

Bongkahan es yang jatuh di depan rumah warga. (ist)
Bongkahan es yang jatuh di depan rumah warga. (ist)

IMCNews.ID, Kerinci – Cuaca ekstrem terjadi di wilayah Kerinci dan Sungaipenuh pada Sabtu (13/8/2022) lalu. Kondisi cuaca ekstrem ini akan terus mengancam diperkirakan hingga pekan depan.

Hujan es terjadi di dua daerah ini, tepatnya di Desa Tebing Tinggi, Kecamatan Danau Kerinci. Intan salah seorang warga Tebing Tinggi, mengatakan hujan es disertai angin kencang terjadi pada Sabtu Sore sekira pukul 15.50 WIB. 

Kejadian hujan es yang disertai angin kencang tersebut berlangsung selama 5 hingga 10 menit. 

"Hujan es ini baru pertama kali terjadi di desa kami," katanya.

Menurut Intan, saat peristiwa hujan es banyak warga yang keluar rumah karena terkejut mendengar suara gemuruh dari atap rumah. 

"Warga berhamburan keluar melihat butiran es yang berserakan di jalanan dan halaman rumah," ujarnya.

Sementara itu, Kepala BMKG Depati Parbo Kerinci, Kurnia Ningsih mengatakan, pada tanggal 13 Agustus 2022 telah terjadi cuaca ekstrim berupa hujan lebat yang disertai angin kencang dan petir serta hujan es di Kabupaten Kerinci.  

"Fenomena ini memang sudah sering terjadi di wilayah Kabupaten Kerinci dan Sungai Penuh," katanya, Minggu (14/8/2022) kemarin.

Kurnia menjelaskan, hujan es yang terjadi di desa Tebing Tinggi tersebut merupakan akibat proses pembentukan awan cumulonimbus yang suhunya mencapai titik beku (Freezing level) dengan suhu awan < 0'C. Lalu, jatuh ke bumi dalam bentuk bongkahan - bongkahan es.

"Terjadinya hujan es ini ditandai dengan kondisi panas seharian dan tidak terjadi hujan. Di lapisan atas terjadi pembentukan awan cumulonimbus. Awan ini menyebabkan terjadinya cuaca ekstrim berupa hujan lebat disertai petir dan angin kencang serta hujan es," terangnya.

Masyarakat Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh diminta untuk waspada dan berhati-hati. Karena potensi terjadinya cuaca ekstrim berupa hujan lebat, petir dan angin kencang serta hujan es hingga seminggu kedepan. Ini juga bisa berpotensi banjir atau longsor. 

"Tetap waspadai dampak yang di akibatkan oleh cuaca ekstrim seperti banjir, tanah longsor, jalan licin, jarak pandang pendek dan pohon tumbang," pungkasnya. (*)



BERITA BERIKUTNYA