IMCNews.ID, Kerinci - Kehadiran dua ekor Harimau yang berkeliaran di perkebunan warga Desa Lolo Gedang, Kecamatan Bukit Kerman, Kabupaten Kerinci, Selasa (19/7/2022) meresahkan warga.
Bahkan, pihak pemerintah Desa Lolo Gedang telah mengumumkan dan mengingatkan warganya melalui mikrofon masjid agar warga berhati-hati.
Himbauan ini menyusul ditemukan keberadaan harimau di lahan perkebunan warga. Tepatnya di sekitar Danau Padang, Lolo Gedang.
"Tadi sudah diumum di masjid, untuk berhati-hati ke ladang. Karena ada dua ekor harimau terlihat di sekitar lahan perkebunan warga," kata Andi, warga Lolo Gendang.
Dia berharap kepada pihak terkait, yakni BKSDA dan TNKS dapat bertindak, agar tidak menimbulkan korban. Pasalnya, sebagian besar warga Lolo Gedang bekerja sebagai peladang (berkebun).
"Kami sangat berharap Pihak terkait mengambil tindakan, agat tidak ada korban jiwa nantinya," katanya.
Sementara itu, Kasi Perlindungan BB TNKS, Wiraa saat dikonfirmasi mengatakan harimau yang berkeliaran di Desa Lolo Gedang itu bukan Citra dan Surya, sepasang harimau yang dilepas BKSDA beberapa waktu lalu. Melainkan harimau individu lain.
"Harimau yang di Lolo bukan Citra ataupun Surya, tapi harimau individu lain," katanya.
Kasi BB TNKS, Nurhamidi juga mengatakan hal yang sama.
"Saya sudah hubungi BKSDA, mereka di lokasi. Yang pasti itu bukan Citra dan Surya," ujarnya.
Sebelumnya, Senin (11/7/2022) pergerakan dua si Raja Hutan terpantau berkeliaran di perkebunan warga Desa Tanjung Syam, kecamatan Bukit Kerman, Kerinci.
Belakangan diketahui, dua harimau yang menebar teror itu adalah Surya Manggala (jantan) dan Citra Kartini (betina), harimau bersaudara yang dilepas BKSDA dan TNKS belum lama ini. Informasi ini dibenarkan Kepala SKW-1 BKSDA Jambi, Udin Ikhwanuddin.
Menurut dia, dua harimau yang meresahkan warga Kerinci saat ini adalah Citra Kartini dan Surya. Harimau bersaudara yang dilepas BKSDA dan TNKS belum lama ini. Harimau tersebut terus bergerak dengan aktif, berkeliling di wilayah perkebunan warga.
"Semula terpantau berkeliaran di RKE-Pulau Tengah-Koto Patah- kembali ke RKE lagi-Lempur. Sekarang posisi di Tanjung Sam. Mutar keliling pergerakannya seperti obat nyamuk," katanya.
Menurut Udin, pergerakan dua harimau yang dilepas BKSDA dan TNKS ini cukup cepat. Daya jelajah yang tinggi dan mencari daerah kekuasaan.
"Lagi menjelajah, mencari daerah kekuasaan," sebutnya.
Dia menghimbau kepada warga untuk waspada dan berhati-hati saat berada di ladang. Karena dua harimau yang diberi nama Citra dan Surya tersebut bisa saja dari Tanjung Syam masuk ke Lempur hingga kawasan RKE lagi.
"Kami bersama tim MHS-KS dan TPCU-KS menemui sekdes untuk memberi tahukan bahwa Maung sudah mengarah ke perkebunan di desa tersebut. Kami minta agar sekdes menghimbau warga untuk waspada," pungkasnya.
Untuk diketahui, dua ekor Harimau Sumatera tersebut, bergerak dari perkebunan di Renah Kayu Embun, Pulau Tengah, Lempur dan Desa Tanjung Syam.
Seperi diketahui, dua ekor harimau Sumatera Surya Manggala (jantan) dan Citra Kartini (betina) dilepasliarkan di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), Kabupaten Kerinci, pada Selasa dan Rabu, 7 dan Juni 2022 lalu.
Kedua harimau tersebut berasal dari Sanctuary Harimau Barumun, Sumatera Utara. Harimau jantan Surya Manggala berumur 3 tahun 2 bulan. Lahir Desember 2018 dengan berat 127 Kg, Panjang 259 Cm,tinggi 100 cm.
Sedangkan harimau betina (Citra) memiliki berat badan 89 Kg, panjang 236 Cm tinggi 90 cm. Lokasi pelepasliaran disesuaikan dengan jenis satwa liar tersebut dan telah memenuhi kelayakan habitat bagi jenis harimau Sumatera.
Pelepasan dilakukan di lokasi yang berbeda dengan jarak 15 KM antara lokasi titik satu dengan titik dua. (IMC01)
Gubernur Tegaskan Pemprov Jambi Siap Dukung Percepatan Pembangunan Waste-to-Energy
Petugas SPBU dan Pelansir di Bungo Kompak Selewengkan Solar Subsidi, Begini Modusya
Tiga ABK Kapal yang Karam Angkut 40 Ton Sawit di Perairan Simbur Naik Ditemukan Selamat
Ringankan Beban Masyarakat, Golkar Tanjabbar Adakan Pasar Murah
Waspada Fenomena El Nino Godzilla Bisa Sebabkan Lonjakan Harga Pangan