IMCNews.ID,Jambi - Indo Efo (24) Ibu rumah tangga yang tinggal Rt 02, parit III Desa Siau Dalam, Kecamatan Muara Sabak Timur, Kabupaten Tanjabtimur, Jambi. Digigit buaya saat lagi buang air besar, pada rabu (13/7) kemarin.
Informasi yang diperoleh Kapolsek Muara Sabak Timur, Iptu Budi S mengatakan bahwa korban sedang buang air besar di parit primer yang berjarak 10 meter dari rumahnya.
"Saat korban sudah selesai buang air besar dan hendak berdiri tiba tiba muncul seekor buaya dan langsung menggigit kaki kiri korban,"kata Iptu Budi , Kamis (14/7).
Saat itu korban sempat diseret masuk ke dasar parit namun secara spontan korban langsung menendang bagian kepala buaya tersebut dengan menggunakan kaki kanan sebanyak 1 kali. Akhirnya buaya tersebut langsung melepaskan gigitan.
"Setelah terlepas dari serangan buaya tersebut korban langsung naik ke daratan dan berteriak meminta tolong kepada warga setempat,"jelasnya.
Lebih lanjutnya, warga yang mendengar teriakan korban langsung datang untuk membantu, akibat kejadian tersebut korban mengalami luka robek bekas gigitan di bagian kaki sebelah kiri.
"Saat ini korban sudah mendapatkan pertolongan medis dari petugas Puskesmas Rawat Inap Muara Sabak Timur,"jelasnya.
Rincinya, akibat terkaman buaya tersebut,korban mengalami luka yang cukup serius, luka robek pada bagian kaki dan tangan sebelah kiri sebanyak 17 jahitan.
"Kemudian luka robek pada tangan sebelah kiri sebanyak 3 jahitan,"tutupnya.
Terpisah, saat di konfirmasi Kepala Seksi Wilayah III BKSDA Tanjab Timur Farid mengatakan, petugas BKSDA berada di lokasi konflik buaya dan seorang ibu rumah tangga tersebut.
"Pihak kami dari BKSDA sedang turun ke lokasi yang berada di Siau Dalam. Cuma kita belum mengetahui laporan lengkapnya seperti apa, karena tim masih disana,"katanya, Kamis (14/7).
Lebih lanjutnya, memang sebagian wilayah disana terdapat buaya. Akan tetapi belum mengetahui kecenderungan buaya seperti apa yang berada di wilayah Siau Dalam itu.
"Itu memang ada buaya juga sebagian disitu, kami lihat dulu kecenderungan buaya seperti apa. Kami masih mendalami terlebih dahulu kronologis seperti apa, ini belum saya dapatkan,"kata Farid.
"Dibilang banyak buaya tapi tidak, memang ada buaya di sekitar sana, jadi supaya tidak terjadi lagi masyarakat untuk berhati hati," tambahnya.
Kemudian, dari hasil laporan tersebut apakah perlu dilakukan penangkapan dan seperti apa, itu telah dipikirkan oleh pihaknya. (IMC02)
Berujung Damai, SAD Sepakat Tak Lagi Ambil Sawit di Lahan PT SAL dan Tinggalkan Kecepek
KABAR DUKA! Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Tutup Usia Akibat Serangan Jantung
Polisi Bongkar Produksi dan Peredaran Kosmetik Ilegal Mengandung Merkuri
Gubernur Al Haris Dorong HKTI Jadi Lokomotif Gerakan Pangan di Jambi