INDY Untung Dari Pendapatan Batu Bara Nyaris 90 Persen

Jumat, 20 Mei 2022 - 18:42:30 WIB

IMCNews.ID - Emiten pertambangan batu bara Indika Energy (INDY) mencatatkan kinerja cemerlang pada kuartal pertama tahun 2022. Pada penutupan perdagangan Jumat (20/5), saham INDY menguat 11,33% ke level Rp 2.850/saham dengan kapitalisasi pasar Rp 14,85 triliun. Dalam sepekan saham INDY naik 12,65% dan sejak awal tahun telah menguat hingga 84,47%.

Sepanjang tiga bulan pertama tahun ini, pendapatan perusahaan tercatat melonjak hingga 58% menjadi US$ 830,79 juta atau setara dengan Rp 11,92 triliun (asumsi kurs Rp 14.350/US$) dari periode yang sama tahun lalu yang hanya sebesar US$ 525,16 juta (Rp 7,53 triliun).

Pendapatan yang melonjak ini membuat perusahaan akhirnya mampu membalikkan kondisi dari semula rugi US$ 9,36 juta (Rp 134,31 miliar) menjadi untung Rp 75,04 juta (Rp 1,07 triliun) pada kuartal pertama tahun ini.

Kondisi profitabilitas ini diperoleh karena proporsi beban pokok pendapatan terhadap pendapatan usaha turun signifikan dari semula mencapai 80% dari pendapatan, turun menjadi hanya 69% saja.

Kondisi keuangan fantastis yang dicatatkan oleh INDY juga ikut ditopang oleh reli harga di pasar komoditas akibat konflik di Eropa Timur dan pemulihan ekonomi yang pada akhirnya ikut mendongkrak permintaan batu bara.

Dalam laporan keuangannya perusahaan mencatat bahwa per 31 Maret 2022, penjualan batu bara masih menjadi sumber utama pendapatan perusahaan dengan nilainya mencapai US$ 737 juta atau nyaris mencapai 90% total penerimaan kuartal pertama tahun ini. Porsi tersebut berada di kisaran yang sama dan nyaris tidak berubah dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Kinerja top line ini masih belum merepresentasikan Ambisi Keberlanjutan Indika Energy, yang mana perseroan menargetkan 50% pendapatan berasal dari non-batu bara pada 2025 dan target mencapai net-zero emissions pada 2050.

INDY merupakan salah satu produsen batu bara utama di Indonesia yang mengoperasikan tambang Kideco Jaya Agung yang berlokasi di Kalimantan Timur. Laman resmi perusahaan mencatat bahwa Kideco dapat memproduksi lebih dari 40 juta ton batu bara per tahun. (IMC02)

Sumber: CNBC.Indonesia


BERITA BERIKUTNYA